• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Freeport Jadi Pengalaman Buruk, Indonesia Kini Pacu Hilirisasi Nikel

by Redaksi Asiatoday
July 26, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Bangun Smelter di JIIPE, Freeport Gandeng Perbankan Sokong Pendanaan

Area tambang PT Freeport di Papua. Foto : geo rof

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Aktivis tambang PT Freeport mengeruk mineral di bumi Papua, kini menjadi pengalaman pahit bagi Indonesia.

Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, lebih dari 50 tahun beroperasi Freeport tidak memberikan nilai tambah bagi Indonesia.

Menurut Luhut, selama ini Freeport hanya melakukan penggalian dan langsung mengekspornya dalam bentuk barang mentah atau row material. Akibatnya hasil yang didapatkan oleh Indonesia pun sedikit.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

“Bisa anda bayangkan Freeport operasi 55 tahun di Indonesia ada enggak nilai tambahnya? Kan enggak ada. Kita hanya menerima hasil ekspor row materialnya,” kata Luhut dalam webinar bertema investasi di tengah pandemi, Sabtu (25/7/2020).

Luhut mengatakan apabila tembaga tersebut diolah bisa menghasilkan berbagai macam produk turunan. Namun hal ini tidak pernah dikerjakan di tanah air dan teknologinya tidak pernah dikuasai padahal sumber dayanya melimpah.

Oleh karenanya kata Luhut, pemerintah tidak ingin hal tersebut terulang sehingga pemerintah ingin agar kali ini upaya hilirisasi benar-benar dilaksanakan, terutama untuk nikel. Sama seperti tembaga, nikel pun selama ini juga diekspor dalam bentuk mentah.

Ekspor bijih nikel di 2018 dengan volume 19,25 juta ton hanya menghasilkan nilai USD612 juta. Satu tonnya dihargai USD31. Sedangkan setelah diproses menjadi stainless steel slab dengan volume 3,85 juta ton nilai ekspornya menjadi 10 kali lipanya USD6,24 miliar atau USD1.602 per ton.

Luhut mengungkapkan, itupun masih ada produk turunannya lagi apabila diolah akan menghasilkan lithium battery. Ini merupakan peluang apalagi Indonesia memegang 40 persen cadangan nikel di dunia dan menjadi nomor satu di dunia.

Luhut memandang, hilirisasi nikel yang tengah dilakukan pemerintah saat ini bisa menjadikan Indonesia sebagai pemain utama dunia baterai lithium.

“Hilirisasi nikel ini, kita kembangkan sampai ujungnya baterai dan keperluan lain. Kita akan jadi pemain utama lithium baterai ini,” ujarnya.

Luhut menegaskan, Indonesia akan terus mendorong pengembangan baterai lithium untuk kendaraan listrik. Sebab pada 2030 nanti, Eropa akan mewajibkan semua kendaraan berbasis listrik.

“Itu kan tinggal 10 tahun lagi dari sekarang. Nah itu yang kita target. Pada 2025-2027 juga mereka terapkan berapa puluh persen harus pakai electric car. Kita pun secara bertahap akan pakai electric car,” katanya.

Selain menjadi pemain utama dunia bahan baku baterai lithium, penggunaan kendaraan listrik juga berdampak pada pengurangan impor minyak karena berkurangnya kendaraan berbasis energi fosil.

“Kita akan jadi pemain ini,” tegasnya. (ATN)

Tags: FreeportFreeport IndonesiaHilirisasi NikelNikelTambang Nikel
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.