• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Garap Nikel, Perusahaan China Terus Ekspansi di Indonesia

by Redaksi Asiatoday
December 8, 2021
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Smelter Nikel IWIP Dipersiapkan Jadi Percontohan di Indonesia

Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Mineral Nikel Indonesia telah menjadi daya tarik dunia, terutama China.

Pasalnya, sejumlah perusahaan China sedang berupaya ekspansi di Indonesia dengan meningkatkan kerjasama di bidang peleburan dan pemrosesan metal berbasis nikel dan aluminium dengan perusahaan mitranya di Indonesia.

Kerjasama tersebut diklaim untuk membantu Indonesia mencapai industri terbarukan sekaligus meningkatkan kapasitas produksi.

RelatedPosts

Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026

ADB Unleashes $100 Million Digital Bond to Power Asia’s Next Economic Revolution

Indonesia Nickel Industry Hit by Sulfur Squeeze as Global Market Tightens

“Kerjasama itu juga akan mengurangi ekspor bahan mentah Indonesia,” ujar Zhou Shijian, mantan Wakil Ketua Kadin China Bidang Ekspor-Impor Metal, Mineral, dan Kimia, dikutip dari Global Times, Selasa (7/12/2021).

Menurut Zhou, kerjasama tersebut juga bisa memberikan nilai tambah bagi Indonesia.

Chengtun Mining yang berkantor pusat di Xiamen, Provinsi Fujian, berencana menggandeng mitranya di Indonesia untuk membangun perusahaan baru dengan investasi awal senilai USD1 juta.

Pekerjaan konstruksi proyek pemrosesan dan peleburan tersebut akan dimulai pada Juni atau Juli 2022 yang direncanakan mampu menghasilkan 40 ribu ton per tahun.

“Setelah berproduksi, produk kami bisa memenuhi semua pasar. Namun kami akan memprioritaskan ekspor ke pasar China jika ada permintaan,” kata Chengtun.

Sementara itu, Huayou Cobalt, perusahaan China lainnya telah memulai uji coba produksi di Indonesia pada bulan ini. Proyek tersebut dirancang mampu menghasilkan 60 ribu ton nikel dan metal per tahun. Sementara itu, peningkatan perusahaan aluminium tahap kedua China Hongqiao Group di Indonesia telah berlangsung mulus.

“Target kami bisa mencapai kapasitas produksi yang dirancang pada tahun 2022, namun bisa berproduksi secara penuh pada tahun ini,” kata Hongqiao.

Indonesia menjadi importir feronikel terbesar China. Sekitar 84 persen dari total impor feronikel China berasal dari Indonesia. Sepanjang Januari-Oktober 2021, volume impor feronikel dari Indonesia mencapai 2,61 juta ton atau meningkat 21,13 persen dibandingkan periode yang sama 2020. (ATN)

Tags: Chengtun MiningChina Hongqiao GroupHilirisasi NikelHuayou CobaltKerjasama Indonesia-ChinaNikel
No Result
View All Result

Terbaru

  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026
  • Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals
  • Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen
  • Bangladesh’s Banking Crisis Deepens as World Bank Unveils $450 Million Rescue Package
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.