• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Gejolak di Myanmar Mengarah ke Konflik Horizontal, 10 Demonstran Tewas

by Redaksi Asiatoday
February 28, 2021
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Gejolak di Myanmar Mengarah ke Konflik Horizontal, 10 Demonstran Tewas

Polisi di Myanmar membubarkan aksi unjukrasa penentang kudeta militer. Dok CNA

ASIATODAY.ID, YANGON – Situasi di Myanmar kian mencekam. Krisis politik di negeri itu kini telah mengarah ke Konflik Horizontal.

Yang terbaru, aparat kepolisian Myanmar menembaki para pengunjuk rasa dan menewaskan sedikitnya 10 orang. Seperti dilaporkan BBC, Minggu (28/2), petugas medis mengatakan hari paling mematikan sejak unjuk rasa menentang kudeta militer pun dimulai.

Kematian dilaporkan di Yangon, Dawei dan Mandalay, karena polisi menggunakan peluru tajam, peluru karet dan gas air mata.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Pasukan keamanan memulai penumpasan demonstran dengan kekerasan pada Sabtu (27/2), setelah berminggu-minggu protes damai menentang pengambilalihan kekuasaan oleh militer pada 1 Februari.

Para pemimpin pemerintah, termasuk Aung San Suu Kyi, telah digulingkan dan ditahan.

Rekaman media sosial sejak Minggu menunjukkan pengunjuk rasa melarikan diri ketika polisi menuduh mereka. Penghalang jalan sementara didirikan, dan beberapa orang dibawa pergi dengan kondisi berlumuran darah.

Tindakan keras polisi makin meluas pada hari Minggu ketika para pemimpin kudeta berusaha untuk membatalkan kampanye pembangkangan sipil yang tidak menunjukkan tanda-tanda akan berakhir.

Aktivis, dokter dan pekerja medis mengatakan kepada BBC bahwa sedikitnya 10 orang telah tewas pada hari Minggu.

Angka dalam laporan media sosial yang belum diverifikasi jauh lebih tinggi, dalam beberapa kasus lebih dari 20. orang Puluhan orang lainnya dikatakan terluka.

Setidaknya 4 orang tewas di kota terbesar, Yangon, saat polisi menembakkan peluru, granat kejut, dan gas air mata.

Sementara itu, AP melaporkan kerusuhan di Myanmar sudah mengarah ke konflik horisontal masyarakat sipil. Para pendukung junta militer Myanmar menyerang orang-orang yang memprotes pemerintah militer yang mengambil alih kekuasaan melalui kudeta. Mereka menggunakan ketapel, tongkat besi, dan pisau untuk melukai beberapa demonstran.

Kamis (25/2), ketegangan meningkat di jalan-jalan antara pengunjuk rasa anti-kudeta dan pendukung militer. Foto dan video yang diposting di media sosial menunjukkan kelompok-kelompok menyerang orang-orang di pusat kota Yangon, sementara polisi hanya berdiri tanpa campur tangan.

Indonesia Prihatin

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri menyatakan keprihatinan atas situasi dan kondisi yang terjadi di Myanmar saat ini. Pernyataan Kemlu tersebut disampaikan Minggu (28/2/2021).

Dikatakan, Indonesia sangat prihatin dengan meningkatnya kekerasan di Myanmar yang telah mengakibatkan korban jiwa dan korban luka-luka.

“Ucapan duka cita dan bela sungkawa yang mendalam kepada korban dan keluarganya,” bunyi pernyataan Kemlu.

Indonesia pun menyerukan agar aparat keamanan Myanmar tidak menggunakan kekerasan dan menahan diri guna menghindari lebih banyak korban jatuh serta mencegah situasi tidak semakin memburuk. (ATN)

Tags: Krisis Myanmar
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.