• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, July 15, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Gejolak di Thailand, Ribuan Massa Kepung Gedung Parlemen

by Redaksi Asiatoday
February 21, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Ditekan Gelombang Demonstrasi, PM Thailand Tolak Mundur

Gelombang Demonstrasi massa pro demokrasi di Kota Bangkok, Thailand. Ist

ASIATODAY.ID, BANGKOK – Gejolak politik di Thailand kian tak terbendung.

Ribuan demonstran berkumpul di luar gedung parlemen Thailand hingga Sabtu malam (20/2/2021). Aksi massa berlangusng setelah Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha dan 9 menteri selamat dari mosi tidak percaya di parlemen usai perdebatan panas selama empat hari.

“Keputusan itu mengecewakan dan sudah diperkirakan,” kata pemimpin protes Attapon Buapat seperti dikutip dari CNA, Minggu (21/2/2021).

RelatedPosts

Indonesia and Viet Nam Forge New Strategic Roadmap to Deepen ASEAN Partnership

California Seeks Strategic Partnership with Indonesia

FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny

Lebih dari 1.000  massa berunjukrasa di luar gerbang parlemen. Penyelenggara memberikan jaminan bahwa protes tidak akan berubah menjadi kekerasan.

Massa berkumpul di titik persimpangan Kiak Kai, Bangkok, setelah parlemen menyepakati untuk tidak melanjutkan tuntutan mosi tidak percaya terhadap Prayuth Chan-ocha.

Sebelumnya, Prayuth diajukan mosi tidak percaya terkait penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi di negara gajah putih tersebut.

“Kami ingin demonstrasi yang damai,” kata salah satu pemimpin demonstran, Panusaya “Rung” Sithijirawattanakul, usai bernegosiasi dengan polisi. Tidak ada alasan bagi polisi untuk membubarkan demonstrasi,” katanya.

Kepolisian Thailand menerjunkan sekitar 4.000 pasukan untuk menjaga dan mengamankan demonstrasi tersebut. Barikade kawat berduri hingga kontainer dipasang untuk menghadang para demonstran.

Deputi humas Kepolisian Thailand Kissana Pattanacharoen mengatakan demonstrasi melanggar dekrit darurat untuk mengontrol pandemi Covid-19. Oleh karena itu, pihaknya meminta demonstran membubarkan diri.

“Tugas polisi adalah menjaga ketertiban,” katanya.

Bangkok Post dan The Nation melaporkan belum ada upaya pembubaran demonstran yang dilakukan polisi.

Dalam sebuah podcast yang disiarkan usai keputusan parlemen diumumkan, Prayuth menyatakan “Saya meminta seluruh rakyat Thailand untuk bekerja bersama membawa kemajuan bagi negeri ini.” (ATN)

Tags: Reformasi ThailandThailand
No Result
View All Result

Terbaru

  • Jakarta Targets China’s Premium Travelers in Global Tourism Push
  • Indonesia and Viet Nam Forge New Strategic Roadmap to Deepen ASEAN Partnership
  • California Seeks Strategic Partnership with Indonesia
  • Indonesia’s Geothermal Future Put to the Test in NTT
  • FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.