• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

GERAKAN REFORMASI THAILAND: Ribuan Warga Kembali Turun ke Jalan

by Redaksi Asiatoday
October 18, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
GERAKAN REFORMASI THAILAND: Ribuan Warga Kembali Turun ke Jalan

Unjukrasa massa pro demokrasi di Bangkok, Thailand. Ist

ASIATODAY.ID, BANGKOK – Gelombang aksi demonstrasi menuntut reformasi total di Thailand terus menggema.

Pada Minggu (18/10/2020) hari ini, ribuan massa pro-demokrasi kembali turun ke jalan menyuarakan tuntutan. Aksi itu tak hanya dilakukan di ibu kota, tapi juga beberapa lokasi lain di seluruh negeri.

Melansir AP, aksi unjuk rasa hari ini berlangsung di 12 provinsi, termasuk Chiang Mai. Provinsi itu merupakan tujuan wisata yang cukup populer di Thailand.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Pihak berwenang di Bangkok tak mampu membendung orang berkumpul meski seluruh stasiun dan jalur angkutan massal dan kereta bawah tanah di Bangkok ditutup.

Demonstrasi tetap dilakukan meski warga telah mendapatkan peringatan dari polisi bahwa mereka melanggar hukum. Beberapa peserta yang mengikuti aksi demonstrasi pada Sabtu (17/10) lalu ditangkap oleh kepolisian.

Namun, kepolisian hanya menangkap sedikit peserta unjuk rasa kemarin karena aksi dilakukan secara damai. Unjuk rasa itu dilakukan di beberapa titik di sekitar Bangkok.

Diketahui, gelombang protes aktivis pro-demokrasi agar Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha sudah terjadi sejak Maret 2020. Aksi unjuk rasa dimulai di beberapa universitas.

Kemudian, unjuk rasa sempat berhenti karena pandemi Covid-19. Namun aksi kembali dilanjutkan pada Juli 2020 hingga sekarang.

Pada Kamis (15/10), Prayuth mengumumkan keadaan darurat. Pemerintah setempat melarang pertemuan lebih dari lima orang dan menerapkan kekuasaan ekstra untuk menjaga perdamaian.

Meski demikian, pengunjuk rasa mengabaikan keputusan darurat tersebut. Mereka berkumpul pada Kamis malam dengan jumlah cukup banyak di persimpangan distrik pusat perbelanjaan Bangkok.

Peserta unjuk rasa menuduh Prayuth sebagai komandan militer yang memimpin kudeta pada 2014 dan menggulingkan pemerintah terpilih. Dengan semua gelombang protes ini, Prayuth menolak tuntutan kelompok pro demokrasi yang memintanya mengundurkan diri dari jabatannya. (ATN)

Tags: Reformasi Thailand
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.