• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

GNI Mulai Ekspor Produk Nikel Senilai USD23 Juta dari Morowali ke China

by Redaksi Asiatoday
January 25, 2022
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Presiden Jokowi Apresiasi PT GNI Bangun Smelter Nikel

Smelter nikel PT. Gunbuster Nickel Industry (GNI) di Morowali Utara. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) mulai melakukan ekspor perdana produk hasil olahan nikel pada pekan lalu tujuan China.

Pengiriman tersebut dilakukan melalui Pelabuhan Jety milik GNI yang terletak di Morowali Utara dengan membawa produk turunan nikel dalam bentuk Nickel Pig Iron atau feronikel.

Menurut Direktur Operasional GNI Tony Zhou Yuan, 13.650 ton feronikel tersebut merupakan hasil olahan dari 3 tungku smelter yang telah beroperasi. Sedangkan nilai total produk nikel tersebut mencapai sekitar USD23 juta

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

“Melalui ekspor perdana feronikel tersebut, kami berharap akan mendongkrak devisa negara di sektor pajak, yang tentunya juga nantinya akan berimbas bagi keuntungan di daerah,” ujar Tony, dalam keterangannya, Senin (24/1/2022).

Tony mengungkapkan, enam bulan ke depan, 20 tungku lainnya juga sudah dapat dioperasikan yang akan semakin mendorong produksi di GNI.

Degan demikian, dampak ekonomi dari GNI ke depannya pun akan lebih besar lagi, baik dari segi penerimaan negara melalui setoran pajak, hingga pembukaan lapangan kerja yang akan semakin bertambah.

”Saat ini kami sedang menambah hingga 10 ribu tenaga kerja lokal di GNI. Harapan kami juga, jika aktivitas perusahaan bisa berjalan lancar tanpa ada kendala yang berarti, penyerapan tenaga kerja lokal akan bertambah terus hingga mencapai 25 ribu pekerja nantinya,” imbuh Tony.

Dengan semakin banyaknya tenaga kerja di GNI, dampak ekonomi bagi warga di Kabupaten Morowali Utara pun dipastikan akan semakin berlipat.

“Pengiriman barang hasil olahan nikel dari smelter milik GNI ini merupakan upaya mendukung program pemerintah untuk tidak mengekspor barang mentah seperti nikel. GNI berkomitmen akan terus mendukung program ini demi meningkatkan nilai tambah dan pertumbuhan ekonomi di dalam negeri,” tandasnya.

Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo telah meresmikan pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) bijih nikel menjadi feronikel milik PT. Gunbuster Nickel Industry (GNI) di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, yang memiliki kapasitas produksi lebih dari 1 juta ton per tahun.

Presiden pun mengapresiasi PT. Gunbuster Nickel Industry (GNI) yang telah membangun pabrik smelter nikel.

Presiden menuturkan nilai tambah nikel yang dihasilkan dari smelter tersebut akan meningkat hingga 14 kali lipat dibanding bahan mentah bijih nikel.

“Ini akan memberikan nilai tambah yang tidak sedikit dari bijih nikel yang diolah menjadi feronikel. Ini akan memberi nilai tambahnya meningkat 14 kali,” kata Presiden.

Presiden menegaskan bahwa Indonesia akan terus berupaya menghentikan ekspor bahan mentah, dengan menerapkan hilirisasi industri di dalam negeri.

Setelah nikel, kata Presiden, Indonesia akan menghentikan ekspor bahan mentah bauksit.

“Tahun depan akhir, saya sudah berikan pemanasan terlebih dahulu setop bahan mentah bauksit. Tahun depannya lagi akan kita setop lagi untuk minerba yang lainnya,” kata Presiden.

Dengan begitu, kata Presiden, mau tidak mau, pelaku industri dan investor akan mendirikan pabrik di Indonesia. Jika hilirisasi terus digencarkan, maka Indonesia mendapat banyak manfaat seperti peningkatan penerimaan pajak, perluasan lapangan kerja bagi masyarakat dan juga devisa.

“Sehingga kita tidak ekspor lagi yang namanya bahan mentah yang sudah berpuluh-puluh tahun yang kita lakukan tanpa memberi nilai tambah yang besar kepada negara,” tegas Presiden. (ATN)

Tags: Ekspor NikelHilirisasi NikelPT. Gunbuster Nickel Industry
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.