• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Tuesday, July 14, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Gunung Berapi Tekan Pemanasan Global dan Jaga Stabilitas Iklim

by Redaksi Asiatoday
October 2, 2020
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Gunung Berapi Tekan Pemanasan Global dan Jaga Stabilitas Iklim

Letusan Gunung Berapi. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Para ilmuwan memandang, letusan Gunung Berapi berperan penting dalam menjaga stabilitas iklim. Para ilmuwan percaya, letusan gunung berapi berguna untuk melawan pemanasan global akibat suhu bumi yang terus meningkat.

Ilmuwan dari University of Southampton telah meneliti cara menghilangkan karbon dioksida (CO2) dari atmosfer. Mereka menjelaskan bagaimana letusan gunung berapi bisa melawan global warming.

Sebagian besar gunung berapi terletak di dekat laut, sehingga ketika meletus, gunung tersebut membuang berton-ton abu ke laut yang akhirnya tenggelam ke dasar. Abu ini meningkatkan kapasitas penyimpanan karbon lautan, menarik keluar CO2 dari atmosfer dan menyimpannya di dasar laut.

RelatedPosts

Pacific Climate Crisis: Papua’s Last Glacier Nears Extinction

Indonesia Leads Southeast Asia’s Push for Deep-Sea Research Independence

Australia and Indonesia Lead Regional Ocean Conservation Initiative

Para ahli dari University of Southampton percaya zat yang mirip dengan abu vulkanik dapat disebarkan ke suatu area lautan dengan harapan dapat membantu menghilangkan CO2 dari atmosfer.

Melansir dari express.co.uk, Jumat (2/10/2020), Jack Longman, penulis utama dan mantan Asisten Riset Pasca-Doktoral di University of Southampton mengatakan salah satu cara lautan mengunci CO2 adalah dengan menyimpannya dalam sedimen di dasar laut sebagai kalsium karbonat dan karbon organik.

“Kami membahas bagaimana proses alami ini dapat ditambah dengan menambahkan abu ke lautan secara artifisial. Berdasarkan hasil perhitungan tim, proses tersebut akan jauh lebih murah dibandingkan metode greenhouse gas removal (GGR) lainnya,” jelasnya.

Penelitian itu menyebutkan, hasil dari metode itu mampu menyerap sebanyak 2.300 ton CO2 per 50.000 ton abu yang dikirim dengan biaya USD50 per ton CO2 yang diserap, hal ini jauh lebih murah dibandingkan kebanyakan metode GGR lainnya.

“Selain itu pendekatan ini hanyalah peningkatan dari proses yang terjadi secara alami, tidak melibatkan teknologi yang mahal dan tidak memerlukan penggunaan kembali lahan pertanian yang berharga,” paparnya.

Rekan penulis studi tersebut dan Profesor Geokimia dari University of Southampton, Martin Palmer menambahkan untuk menghindari dampak terburuk dari perubahan iklim, diperlukan penghilangan gas rumah kaca (GGR) aktif.

Namun, tim tersebut menyatakan masih lebih banyak penelitian perlu dilakukan pada subjek tersebut. (ATN)

Tags: Climate ChangeGlobal WarmingPemanasan GlobalPerubahan Iklim
No Result
View All Result

Terbaru

  • Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert
  • Global Waste-to-Energy Giants Enter Indonesia’s Green Infrastructure Race
  • Freeport’s Grasberg Recovery: 21 Tonnes of Gold Target in 2026
  • Japan’s Takeda Places US$30 Million Bet on Indonesia’s Biopharma Ambition
  • ASEAN’s Chip Race: Indonesia and Malaysia Forge New Semiconductor Alliance
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.