• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Hacker Bobol Sistem KPU, 2,3 Juta Data Pemilih Indonesia Terancam Bocor

by Redaksi Asiatoday
May 22, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia dan Rumania Jajaki Kolaborasi Cyber Defence

Cyber defence. Illustration

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Aksi kejahatan Cyber yang diperankan oleh hacker kembali terjadi di Indonesia.

Setelah sebelumnya menimpa platform e-commerce terbesar di Indonesia, Tokopedia, aksi hacker kali ini menyasar sistem Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Kejadian itu diungkap oleh akun Twitter @underthebreach.

RelatedPosts

Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network

OPEC+ Builds New Energy Alliance

Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order

Melalui cuitannya, Kamis (21/5/2020), akun tersebut mengungkapkan informasi mengenai 2,3 juta informasi masyarakat Indonesia telah diretas. Peretasan, terjadi pada 2013 silam.

“Data yang dibocorkan meliputi nama, alamat, nomor KTP, tanggal lahir, dan banyak lagi,” tulis akun @underthebreach yang dilansir, Kamis (21/5/2020).

Gawatnya, @underthebreach mengatakan sang hacker mengklaim akan membocorkan 200 juta informasi masyarakat dalam waktu dekat.

“Pembobol bahkan mengklaim akan membocorkan rahasia 200 juta data penduduk,” tulis @underthebreach.

Underthebereach.com juga menunjukkan beberapa lembar data pemilih Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pembobol database KPU itu sengaja menyimpan data pemilih dalam file berformat file PDF (Portable Document Format), yang kemudian disebarluaskan ke komunitas pemburu bocoran data.

Pada kasus kebocoran yang sebelumnya menimpa Tokopedia, @underthebreach bukanlah yang pertama memublikasikan informasi peretasan data pengguna di Tokopedia.

Ketua Communication & Information System Security Research Center (CISSReC) Pratama Dahlian Persadha mengatakan bahwa alur informasi bermula dari peretas dengan julukan Whysodank yang memublikasi hasil peretasan di Raid Forum.

Raid Forum merupakan forum di internet yang berisi informasi-informasi terkait dengan database dan kebocoran data.

Dari Raid Forum, peretas berjuluk ShinyHunters menggunggah thread penjualan 91 juta akun Tokopedia di Empire Market, salah forum dark web. Dari sana, akun @underthebreach memublikasikan peretasan Tokopedia kepada publik melalui Twitter. (ATN)

Tags: Cyber CrimeCybersecurityKejahatan OnlineKomisi Pemilihan Umum
No Result
View All Result

Terbaru

  • Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network
  • OPEC+ Builds New Energy Alliance
  • AMMAN Targets 16 Tons of Gold Output in 2026
  • Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth
  • Gold’s Safe-Haven Era Faces a New Test
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.