ASIATODAY.ID, KAOHSIUNG – Taiwan kian meningkatkan pertahanan sebagai upaya membentengi pulau itu dari gempuran pasukan China.
Pada Jumat (14/1/2022), skuadron baru angkatan laut Taiwan bergerak memasang ranjau laut untuk menambah pertahanannya.
Presiden Tsai Ing-wen memimpin upacara peresmian Skuadron Operasi Pertama dan Kedua angkatan laut, yang akan mengoperasikan kapal-kapal berkecepatan tinggi yang dapat secara otomatis menabur sejumlah besar ranjau kecil namun kuat tanpa perlu penyelam.
Teknologi semacam itu adalah bagian dari strategi untuk mencegah kemungkinan invasi dari China, yang memiliki pasukan dalam jumlah besar dan keunggulan dalam jumlah pesawat tempur, kapal, dan persenjataan lainnya.
China mengklaim Taiwan sebagai bagian wilayahnya, dan telah meningkatkan ancamannya untuk membawa kepulauan tersebut di bawah kendalinya dengan paksa jika perlu.
China kerap melakukan latihan militer dan sering mengirim jet tempur dan pesawat lain untuk terbang di dekat pulau itu.
Pesanan awal empat kapal yang diproduksi oleh Lungteh Shipbuilding adalah bagian dari upaya Tsai untuk merevitalisasi industri senjata dalam negeri dan mengurangi ketergantungan Taiwan pada sekutu utama Amerika Serikat untuk senjata pertahanan.
Lungteh juga memproduksi korvet rudal, kapal patroli, dan kapal lainnya untuk angkatan bersenjata dan polisi Taiwan, serta untuk penggunaan sipil.
Sistem penempatan ranjau secara otomatis dikembangkan oleh Institut Sains dan Teknologi Chung Shan Taiwan.
“Kapal-kapal itu memberi angkatan laut kekuatan lebih dalam melindungi perairan kita,” kata Tsai pada upacara tersebut.
“Penugasan mereka menunjukkan buah dari industri pertahanan dalam negeri dan menunjukkan kepada dunia tekad kita untuk membela negara kita,” katanya.
Letnan Hsu Shu-wei dari Skuadron Operasi Kedua mengatakan, tujuan dari teknologi baru ini hanyalah untuk membangun kekuatan perang.
“Target kami adalah mencegah musuh memasuki pulau kami,” kata Hsu. (ATN)
