• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Hadapi China, Biden Tunjuk Arsitek ‘Poros Asia’ AS

by Redaksi Asiatoday
January 15, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Biden akan Tata Ulang Ekonomi AS di Kawasan Asia Pasifik

Presiden AS Terpilih, Joe Biden. Ist

ASIATODAY.ID, WASHINGTON – Presiden terpilih Amerika Serikat, Joe Biden menunjuk Kurt Campbell sebagai pemangku kebijakan untuk Asia. Campbell merupakan veteran pemerintahan Barack Obama.

Juru bicara transisi Biden mengatakan, tugas Campbell nantinya adalah membantu mengatur kebijakan AS untuk Asia, termasuk hubungan dengan China.

Campbell, diplomat tertinggi AS untuk Asia di bawah pemerintahan Presiden Barack Obama, dianggap sebagai arsitek dari strategi ‘poros ke Asia’ AS. Ia juga menjadi penyeimbang kembali sumber daya.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

“Saya dapat memastikan Kurt Campbell akan menjadi koordinator untuk Indo-Pasifik di NSC,” kata jubir transisi, mengacu pada Dewan Keaman Nasional Gedung Putih dikutip dari Nikkei, Jumat (15/1/2021).

Sejak meninggalkan pemerintahan, Campbell, menjalankan konsultasi Kelompok Asia dan menjadi penasihat kampanye Biden. Ia merupakan salah satu pendiri lembaga think-tank Center for a New American Security.

Melalui buku The Pivot, Campbell menguraikan pendekatannya ke China. Ia menganjurkan penguatan aliansi yang ada dan membangun hubungan yang lebih dekat dengan negara-negara seperti India dan Indonesia dalam menghadapi kebangkitan China.

Ia mendukung beberapa pendekatan sulit terhadap China yang diadopsi pemerintahan Presiden Donald Trump. Bahkan memuji beberapa kesepakatan Trump yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan Korea Utara.

Namun, ia juga mengkritik Trump karena gagal terlibat secara memadai dengan kawasan secara keseluruhan. Trump juga dianggap merusak hubungan dengan sekutu utama di kawasan, seperti Jepang dan Korea Selatan.

Tantangan Campbell ke depan adalah menemukan cara untuk mengkalibrasi ulang hubungan Washington dengan Beijing yang terpecah selama pemerintahan Trump. (ATN)

Tags: Asia PasifikIndo PasifikJoe Biden
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.