• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Harga Minyak Turun, Exxon dan Chevron Jalankan Program Perubahan Iklim

by Redaksi Asiatoday
May 4, 2020
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Galang Kolaborasi Mitigasi Perubahan Iklim

Perubahan Iklim Global. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Exxon Mobil Corp dan Chevron Corporation tetap melanjutkan komitmen program antisipasi perubahan iklim meski harga minyak dunia terperosok dalam.

Kedua industri minyak tersebut menyebutkan inisiatif hijau dalam laporan atau presentasi pendapatan kuartal pertama mereka pada tahun ini.

Exxon mengumumkan kerangka model yang diumumkan sebelumnya untuk peraturan metana di seluruh industri, sementara Chevron mengatakan pihaknya berencana mempertahankan komitmennya terhadap prioritas lingkungan, sosial dan tata kelola perusahaan.

RelatedPosts

Pacific Climate Crisis: Papua’s Last Glacier Nears Extinction

Indonesia Leads Southeast Asia’s Push for Deep-Sea Research Independence

Australia and Indonesia Lead Regional Ocean Conservation Initiative

Chief Executive Officer Chevron Mike Wirth mengatakan berharap dapat mengurangi emisi gas rumah kaca.

“Kami akan terus mengurangi emisi gas rumah kaca kami terlepas dari Covid atau keadaan lain ini,” katanya, pekan lalu, dilansir Bloomberg.

Di sisi lain, Exxon dan Chevron setuju dengan tujuan Perjanjian Paris untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Hanya saja, kedua perusahaan raksasa migas ini, belum mengalokasikan sebagian dari anggaran modal miliaran dolar mereka ke sumber energi rendah karbon.

Baik Wirth dan CEO Exxon Darren Woods mengatakan dunia akan membutuhkan lebih banyak minyak dan gas alam karena pertumbuhan ekonomi berlanjut setelah pandemi.

Dari sisi kinerja keuangan, Exxon Mobil Corporation mencatatkan kerugian sekitar US$610 juta pada kuartal I/2020. Perusahaan asal Amerika Serikat ini, berhasil memproduksi 4 juta barrel setara minyak atau tumbuh 2 persen dibandingkan dengan kuartal I/2019.

Dengan mempertimbangkan kondisi pasar, Exxon Mobil merevisi capex pada 2020 dari US$33 miliar menjadi US$23 miliar.

“Covid-19 telah signifikan memengaruhi permintaan jangka pendek, membuat pasar yang kelebihan pasokan dan tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada harga dan margin komoditas,” kata Woods, dalam keterangan resmi perusahaan.

Di sisi lain, Chevron Corporation melaporkan laba sebesar US$3,6 miliar pada kuartal I/2020. CEO Chevron Michael K Wirth mengatakan pendapatan naik didorong dengan margin bisnis hilir dan peningkatan produksi di Permian.

“Namun, harga komoditas turun secara signifikan pada Maret dan kelemahan berlanjut ke kuartal kedua, terutama karena berkurangnya permintaan akibat pandemi Covid-19,” katanya. (ATN)

Tags: ChevronEmisi KarbonExxonmobilGas Rumah KacaPerubahan Iklim
No Result
View All Result

Terbaru

  • AMMAN Targets 16 Tons of Gold Output in 2026
  • Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth
  • Gold’s Safe-Haven Era Faces a New Test
  • Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order
  • Indonesia Expands Defense Partnerships with South Korea and Finland
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.