• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Hilirisasi Energi dan Mineral, Indonesia Perlu Belajar dari China dan Jepang

by Redaksi Asiatoday
October 15, 2019
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
KESDM Luncurkan Sistem Perizinan Tambang Secara Online

Kantor Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM). Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia harus belajar banyak dari China dan Jepang dalam pengelolaan Sumber Daya Mineralnya. Karena dengan mengikuti apa yang dilakukan oleh kedua negara tersebut diyakini neraca perdagangan Indonesia tidak akan mengalami defisit lagi.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengungkapkan hal itu, dalam forum Economic Outlook ‘Membangun Iklim Investasi di Sektor Migas dan Peluang Serta Tantangan Energi Baru Terbarukan di tahun 2020’ di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Senin (14/10/2019).

Menurutu Jonan, impor energi China dan Jepang memang sangat besar bahkan lebih besar dari Indonesia. Namun kedua negara tersebut mampu memanfaatkan impornya untuk menghasilkan produk jadi yang memiliki nilai tambah lebih.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Jonan mencontohkan China yang mengimpor batu bara sangat tinggi. Namun negeri tirai bambu ini berhasil mengubah atau mengonversi batu baranya sebagai avtur yang memiliki nilai tambah lebih.

Hal ini berbeda dengan Indonesia yang mana meskipun memiliki banyak batubara, namun mayoritas tidak dimanfaatkan untuk dijadikan barang yang memiliki nilai tinggi. Justru Indonesia masih mengekspor batubaranya secara mentah dan tentunya harganya jauh lebih murah.

Namun ketika ada kendala pada harga tiket pesawat barulah Indonesia mengimpor avtur dari negara lain. Padahal jika memakai batubara sebagai bahan baku untuk produksi avtur akan jauh lebih murah.

“Batubara itu, di Tiongkok dikonversi menjadi avtur. Kita hilirisasinya. Tantangannya semangat untuk hilirisasinya kurang. Begitu mau bikin proteksi ini dan sebagainya,” jelasnya.

Contoh lainnya adalah masih tingginnya impor minyak oleh Tiongkok. Pasalnya kebutuhan minyak di Tiongkok diperkirakan 2 juta barel per hari dan menjadi salah satu negara dengan impor minyak terbesar di dunia.

“China minyaknya 2 juta barel sehari. Kita 775 ribu lah per hari. China itu impor sehari 4 juta barel. Gas juga impor mereka tuh. The largest impor tuh. Batubara juga impor mereka. CAD nya, enggak defisit. Kenapa tuh? hayoo. Itu kan fakta ya,” jelasnya.

Hal serupa juga dilakukan oleh Jepang yang mana memiliki impor gas yang cukup besar. Namun Jepang bisa memanfaatkan gasnya untuk sektor-sektor industri yang bisa dijual dengan nilaiyang leboih tinggi.

“Jepang itu, gas impor. fuel impor. batubara impor. tapi mereka CAD nya gak difisit. Karena ekspornya besar,” jelasnya.

Oleh karena itu Jonan memandang agar hilirisasi bisa dilakukan dengan sungguh-sungguh, sehingga tidak ada ketakutan lagi angka impor yang masih tinggi karena bisa diimbangi dengan tingginya ekspor.

“Orang bilang, katanya Singapura kecil. Nah itu Jepang sama China gimana? pemahaman saya, itu gimana itu efisien penting. Lalu bagaimana masyarakat bisa beli energi ini. Impor enggak apa-apa, tapi masyarakat bisa beli. Jepang sama China juga gak defisit. Eksplorasi saya harapkan sungguh sungguh. Bikin industrinya juga serius. Semangatnya gak merata,” jelas Jonan. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Hilirisasi EnergiHilirisasi TambangIndustri SmelterKESDM
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.