• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Hubungan Memburuk, China Larang Warganya ke Australia

by Redaksi Asiatoday
June 6, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Hubungan Memburuk, China Larang Warganya ke Australia

China dan Australia. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Hubungan antara China dan Australia tengah memanas.

China telah mengeluarkan peringatan kepada warganya untuk tidak melakukan perjalanan ke Australia. Hal itu menjadi perkembangan terbaru memburuknya hubungan antara kedua negara.

Melansir Bloomberg, Sabtu (6/6/20200, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata China menerbitkan sebuah pernyataan bahwa diskriminasi dan perilaku kekerasan terhadap warga China dan Asia sedang meningkat karena pandemi Covid-19.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Kementerian itu memberi tahu para wisatawan China agar waspada akan keselamatan mereka dan tidak bepergian ke Australia.

Namun Australia menolak tuduhan itu dengan mengatakan bahwa tuduhan-tuduhan itu tak berdasarkan kenyataan.

“Penolakan kami atas klaim-klaim ini, yang dibuat secara semu oleh para pejabat China sebelumnya, diketahui mereka,” ujar Menteri Perdagangan Simon Birmingham dalam sebuah pernyataan.

Orang-orang Asia menghadapi perundungan di berbagai negara sejak wabah Corona merebak akhir tahun lalu.

Peringatan China kepada Australia ini mengikuti pengenaan tarif pada pengiriman barley setelah Perdana Menteri Scott Morrison memimpin seruan untuk penyelidikan independen tentang asal-usul coronavirus di Wuhan.

Di kelompok negara maju, Australia adalah ekonomi yang paling bergantung pada China, membuatnya rentan terhadap serangan balik diplomatik.

Sementara itu, Australia bulan ini mengumumkan kebijakan pengetatan investor asing yang ingin membeli aset sensitif yang berkenaan dengan isu keamanan nasional.

Perusahaan-perusahaan telekomunikasi, energi, teknologi, manufaktur, dan pertahanan akan dimasukkan sektor investasi yang akan sangat dicermati.

Beijing menanggapi dengan serangan verbal terhadap pemerintah Australia yang konservatif. Tarif pada barley Australia diberlakukan bulan lalu dan larangan impor daging sapi dari empat sentra pengolahan telah menimbulkan kekhawatiran di Canberra bahwa pemerintah China menggunakannya sebagai pembalasan.

Sebelum seruan Australia untuk menyelidiki asal-usul Covid-19, hubungan diplomatiknya dengan China sudah di bawah tekanan.

Pemerintah Australia mengatakan Beijing telah ikut campur tangan dalam urusan nasional ketika undang-undang anti asing disahkan pada 2018. Tahun yang sama, Australia juga melarang Huawei Technologies Co. membantu membangun jaringan 5G-nya. (ATN)

Tags: Asia PasifikAustraliaChina
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.