• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Tuesday, July 14, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

IFRC: 7,2 Juta Warga Bangladesh Terdampak Banjir

by Redaksi Asiatoday
June 29, 2022
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
IFRC: 7,2 Juta Warga Bangladesh Terdampak Banjir 1

Warga di Bangladesh menerobos air sambil membawa barang dan ternak. Ist

ASIATODAY.ID, DHAKA – Palang Merah Internasional melaporkan bahwa lebih dari tujuh juta warga Bangladesh yang terdampak bencana banjir sangat membutuhkan tempat mengungsi dan bantuan darurat.

Sejauh ini, 101 orang tewas di sisi timur laut Bangladesh dalam terjangan banjir sejak awal Juni, yang dipicu tingginya intensitas hujan di negara tersebut.

“Skala kehancuran kali ini jauh lebih besar dibanding banjir sebelumnya,” kata Sanjeev Kafley dari Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC), dikutip dari AFP, Rabu (29/6/2022).

RelatedPosts

A Decade After South China Sea Ruling, Indo-Pacific Nations Recommit to Maritime Order

Indonesia Boosts Energy Security With 45,900 Tons of LPG From US

Hormuz Crisis Threatens Asia’s Energy Security as UN Urges US-Iran De-escalation

Diperkirakan 7,2 juta penduduk Bangladesh sangat membutuhkan tempat berlindung dan bantuan darurat, terutama di wilayah terparah terkena dampak banjir, yaitu Sylhet.

Pemerintah telah mengirimkan makanan dan bantuan kemanusiaan darurat lainnya kepada korban banjir, kata Nitai Dey Sarker dari otoritas manajemen bencana Bangladesh.

Ia menambahkan bahwa begitu air surut, petugas akan mengirimkan besi sebagai bahan bangunan bagi mereka yang kehilangan tempat tinggal.

Sarker mengatakan situasi telah membaik di sekitar Bangladesh dalam beberapa hari terakhir. Tetapi, banyak warga Bangladesh di wilayah timur laut khawatir akan terjadinya banjir susulan karena musim hujan belum akan berakhir dalam waktu dekat.

Pemerintah Bangladesh mengatakan hampir 200.000 korban banjir berlindung di sejumlah sekolah dan perguruan tinggi yang telah ditutup.

“Kami masih terjebak di tempat pengungsian banjir dan belum bisa kembali ke rumah untuk melihat seperti kerusakan di saa,” Abdul Hakim, seorang petani dari Sylhet, kepada AFP.

“Ketinggian air di sungai naik lagi dan itu sangat mengkhawatirkan kami,” tambahnya. (ATN)

Tags: Asia DisasterBangladeshIFRC
No Result
View All Result

Terbaru

  • Japan’s Takeda Places US$30 Million Bet on Indonesia’s Biopharma Ambition
  • ASEAN’s Chip Race: Indonesia and Malaysia Forge New Semiconductor Alliance
  • Pacific Climate Crisis: Papua’s Last Glacier Nears Extinction
  • A Decade After South China Sea Ruling, Indo-Pacific Nations Recommit to Maritime Order
  • Indonesia Targets Global Halal Economy Leadership as Islamic Markets Expand
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.