• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

IMF: China dan India Kontributor Terbesar Pertumbuhan Ekonomi Global 2023

by Redaksi Asiatoday
April 9, 2023
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
IMF: China dan India Kontributor Terbesar Pertumbuhan Ekonomi Global 2023

Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva saat berbicara pada konferensi pers di Washington DC, Amerika Serikat. Dok Xinhua

ASIATODAY.ID, NEW YORK CITY – Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva pada Kamis (6/4) mengatakan ekonomi dunia diperkirakan tumbuh kurang dari 3 persen tahun ini, dengan India dan China diproyeksikan menyumbang setengah dari pertumbuhan ekonomi global pada 2023.

“Pertumbuhan masih lemah menurut perbandingan historis, baik dalam jangka pendek maupun menengah,” kata Georgieva dalam pidatonya di Washington DC menjelang pertemuan musim semi IMF-Bank Dunia pekan depan.

Kepala IMF itu mengatakan beberapa momentum datang dari emerging economy, dengan Asia sebagai titik terang.

RelatedPosts

Indonesia Challenges Singapore and Dubai as It Unveils Ambitious Global Financial Center Strategy

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

“India dan China diperkirakan menyumbang setengah dari pertumbuhan global pada 2023. Namun, (negara-negara) lainnya menghadapi jalan yang lebih terjal,” katanya.

IMF melihat aktivitas ekonomi di Amerika Serikat dan Kawasan Euro melambat, dengan suku bunga yang lebih tinggi membebani permintaan.

Sekitar 90 persen perekonomian maju diproyeksikan mengalami penurunan tingkat pertumbuhan pada tahun ini, kata Georgieva.

“Dengan meningkatnya ketegangan geopolitik dan inflasi yang masih tinggi, pemulihan yang kuat masih sulit diwujudkan,” ujarnya memperingatkan.

IMF memproyeksikan pertumbuhan global tetap berada di angka sekitar 3 persen selama lima tahun ke depan, perkiraan pertumbuhan jangka menengah terendah sejak 1990 dan jauh di bawah rata-rata 3,8 persen dari dua dekade terakhir.

“Hal ini membuat semakin sulit untuk mengurangi kemiskinan, memulihkan dampak ekonomi akibat krisis COVID-19, serta memberikan peluang baru dan lebih baik untuk semua,” kata Georgieva.

IMF akan merilis rincian lebih lanjut tentang prospek pertumbuhannya pada saat menerbitkan pembaruan World Economic Outlook (WEO) pekan depan. (AT Network)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: IMFPertumbuhan Asia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Accelerates US$20 Billion Masela Gas Project to Reinforce Energy Security Amid Global Turmoil
  • Indonesia Challenges Singapore and Dubai as It Unveils Ambitious Global Financial Center Strategy
  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.