• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

IMF: Ekonomi Asia Pasifik Hadapi Tantangan Berat

by Redaksi Asiatoday
October 18, 2023
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Perdagangan Luar Negeri China Tumbuh 7,7 Persen pada 2022

Aktivitas terminal peti kemas di Pelabuhan Lianyungang di Provinsi Jiangsu, China timur. Dok Xinhua

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) memproyeksikan kondisi ekonomi di kawasan Asia dan Pasifik masih akan menantang dalam jangka menengah.

Dalam laporan bertajuk Regional Economic Outlook: Asia and Pacific, IMF melihat bank sentral di seluruh dunia makin memperketat kebijakan moneter mereka, meskipun penurunan harga komoditas global setelah mencapai puncaknya pada tahun 2022 seharusnya mendukung terjadinya deflasi.

Meskipun pembukaan kembali ekonomi di Asia usai meredanya pandemi cenderung lebih lambat dibandingkan dengan kawasan lain, Asia masih diuntungkan oleh lonjakan permintaan domestik. Namun, permintaan eksternal memang telah melambat secara signifikan.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Menurut IMF, hal ini disebabkan karena terjadinya pergeseran permintaan global dari barang ke jasa dan penurunan siklus teknologi yang lebih kuat dari yang diharapkan.

Pada kuartal pertama tahun ini, pertumbuhan di kawasan Asia dan Pasifik secara umum melebihi ekspektasi, sedangkan kuartal kedua menghadapi kejutan dari berbagai sisi. Pertumbuhan yang kuat dalam konsumsi swasta mendukung pertumbuhan ekonomi, karena rumah tangga di Asia cenderung menghabiskan sebagian dari tabungan berlebih mereka yang terkumpul selama pandemi.

Dorongan dari pembukaan kembali ekonomi China pada paruh pertama tahun ini juga melebihi ekspektasi. Selain itu, permintaan swasta yang kuat menghasilkan pertumbuhan positif yang mengejutkan di India.

Pertumbuhan di Jepang juga melampaui ekspektasi, didorong oleh permintaan dalam negeri yang kuat serta lonjakan ekspor mobil akibat normalisasi rantai pasokan.

Untuk negara-negara pengekspor barang di kawasan ini, seperti negara-negara ASEAN, Korea, Provinsi Taiwan, dan China, cenderung mengalami tekanan karena ekonomi global kini beralih orientasinya menuju ke jasa.

Data terbaru IMF menunjukkan momentum pertumbuhan yang melambat di seluruh kawasan Asia dan Pasifik. Di China, pemulihan ekonomi semakin melemah, dengan manufacturing purchasing managers’ indexes (MPI) memasuki area kontraksi mulai April hingga Agustus dan kondisi di sektor properti semakin melemah.

Meskipun beberapa negara di kawasan ini telah mendapat manfaat dari peningkatan kedatangan turis China, aktivitas pariwisata keluar masyarakat China sejatinya belum sepenuhnya pulih. Investasi tetap melemah, yang kemungkinan mencerminkan pelemahan permintaan eksternal dan siklus teknologi.

Saat ini mulai ada tanda-tanda jelas penurunan ekonomi dalam investasi, dengan perbedaan yang mencolok dibanding tren sebelum pandemi. (AT Network)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Asia PasifikIMFPertumbuhan Asia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.