• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

IMF: Ekonomi Global 2023 Sangat Suram

by Redaksi Asiatoday
October 7, 2022
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
USD1 Triliun Siap Dikucurkan, IMF Galang Solidaritas Global Hadapi Wabah Covid-19

Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF), Kristalina Georgieva mengatakan ekonomi global pada 2023 sangat suram karena menghadapi risiko resesi dan ketidakstabilan pasar keuangan.

Menurut Georgieva, prospek ekonomi global “gelap gulita” mengingat guncangan yang disebabkan oleh pandemi Covid-19, perang Rusia dan Ukraina, hingga bencana iklim di semua benua.

“Kami mengalami perubahan mendasar dalam ekonomi global, dari dunia yang relatif dapat diprediksi ke dunia dengan lebih banyak kerapuhan, ketidakpastian yang lebih besar, volatilitas ekonomi yang lebih tinggi, konfrontasi geopolitik, dan bencana alam yang lebih sering dan menghancurkan,” katanya dalam sebuah pidato di Universitas Georgetown di Washington, Jumat (7/10/2022).

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Georgieva mengatakan tatanan lama, yang dicirikan oleh kepatuhan pada aturan global, suku bunga rendah dan inflasi rendah, memberi jalan kepada tatanan baru.

Kondisi terkini bisa membuat negara mana pun dapat terlempar keluar jalur dengan lebih mudah dan lebih sering.

Dia mengatakan semua ekonomi terbesar di dunia, termasuk China, Amerika Serikat dan Eropa, saat ini mengalami perlambatan. Hal tersebut membuat berkurangnya permintaan ekspor dari negara-negara berkembang, yang sudah terpukul keras oleh harga pangan dan energi yang tinggi.

Isu terkait perang Rusia vs Ukraina dan risiko ekonomi global akan mendominasi pertemuan tahunan IMF dan World Bank minggu depan di Washington, DC.

IMF Annual Meetings 2022 akan mempertemukan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari seluruh dunia.

IMF memperkirakan negara-negara yang menyumbang sekitar sepertiga dari ekonomi dunia akan mengalami kontraksi setidaknya dua kuartal berturut-turut tahun ini atau tahun depan. “Bahkan ketika pertumbuhan positif, itu akan terasa seperti resesi karena pendapatan riil menyusut dan harga naik,” imbuhnya. (ATN)

Tags: IMFResesi Global
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.