• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

IMF: Ekonomi Global Minus 4,9 Persen Tahun ini

by Redaksi Asiatoday
June 25, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ekonomi di Asia Pasifik Tersungkur, China dan India Masih ada Harapan

Markas Dana Moneter Internasional (IMF). ist

ASIATODAY.ID, WASHINGTON – Dana Moneter Internasional (IMF) merevisi perkiraan pertumbuhan ekonomi global di 2020. Revisi dilakukan di tengah meningkatnya kasus covid-19 di dunia.

IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi global turun 4,9 persen pada 2020. Angka ini turun 1,9 poin di bawah perkiraan IMF pada April di angka tiga persen. Kondisi itu menunjukkan prospek ekonomi yang semakin suram karena pandemi terus meluas di seluruh dunia.

“Dibandingkan dengan perkiraan outlook ekonomi dunia di April, kami sekarang memproyeksikan resesi yang lebih dalam pada 2020 dan pemulihan yang lebih lambat pada 2021,” kata Kepala Ekonom IMF Gita Gopinath, melansir Xinhua, Kamis (25/6/2020).

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Proyeksi ini menyiratkan kerugian secara kumulatif global.

“Penurunan peringkat dari April mencerminkan hasil yang lebih buruk, daripada yang diantisipasi pada paruh pertama tahun ini,” tambahnya.

Pemberi pinjaman multilateral itu memproyeksikan penurunan terjadi di negara maju dan negara berkembang pada 2020. Bahkan, IMF mencatat lebih dari 95 persen negara di dunia diproyeksikan memiliki pertumbuhan pendapatan per kapita negatif pada tahun ini.

Laporan terbaru IMF menunjukkan ekonomi maju diproyeksikan berkontraksi delapan persen tahun ini atau 1,9 poin lebih rendah dari perkiraan April. Ekonomi AS diperkirakan menyusut delapan persen, dan ekonomi Jepang berpeluang turun sebanyak 5,8 persen.

“Sementara itu, pasar negara berkembang diproyeksikan menyusut tiga persen tahun ini atau dua poin di bawah perkiraan April,” ungkap laporan IMF.

Selain itu pertumbuhan ekonomi global diproyeksikan mencapai 5,4 persen pada 2021. Namun, angka itu lebih rendah dibandingkan perkiraan sebelumnya yang diumumkan pada Januari 2020 bahwa ekonomi dunia diperkirakan bakal tumbuh 6,5 persen.

“Kondisi global yang belum pernah terjadi sebelumnya dari krisis ini menghambat prospek pemulihan ekonomi yang bergantung pada ekspor dan membahayakan prospek konvergensi pendapatan antara ekonomi berkembang dan maju,” pungkas Gopinath. (ATN)

Tags: IMFResesi EkonomiResesi Global
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.