• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

IMF: Ekonomi Terpuruk, Dunia telah Jatuh Kedalam Resesi

by Redaksi Asiatoday
March 28, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
USD1 Triliun Siap Dikucurkan, IMF Galang Solidaritas Global Hadapi Wabah Covid-19

Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) menyatakan pandemi global coronavirus (Covid-19) telah membawa dunia jatuh ke dalam resesi ekonomi yang dalam.

IMF mendorong negara-negara di dunia untuk menanggapi krisis dengan pengeluaran stimulus yang sangat besar untuk menghindari kebangkrutan dan gagal bayar utang.

Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva mengatakan, negara-negara berkembang akan membutuhkan setidaknya USD2,5 triliun untuk melewati krisis dan digunakan untuk cadangan internal mereka sendiri.

RelatedPosts

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

“Sekarang jelas bahwa kita telah memasuki resesi yang buruk atau lebih buruk daripada tahun 2009,” kata Georgieva melansir Reuters, Sabtu (28/3/2020).

Menurut dia, pemulihan krisis ekonomi akibat virus corona mungkin lebih lama atau pada 2021 dibandingkan krisis keuangan global 2008-2009.

“Tetapi jika kita berhasil memberantas virus ini dan mencegah masalah likuiditas menjadi masalah solvabilitas,” kata Georgieva.

Georgieva mengungkapkan, kondisi terburuk belum terjadi bagi banyak negara berkembang, tetapi menderita karena arus modal keluar, berkurangnya permintaan untuk ekspor mereka dan penurunan tajam dalam harga komoditas.

Sejauh ini, 81 negara telah meminta atau bertanya tentang pembiayaan darurat dari IMF, termasuk 50 negara berpenghasilan rendah dan 31 negara berpenghasilan menengah, termasuk Pakistan, Ghana, Iran dan Kirgistan, yang diberikan bantuan pertama.

Lebanon yang berutang banyak menyatakan minatnya pada pembiayaan tersebut, tetapi belum mengajukan permintaan resmi untuk pendanaan, kata pejabat IMF.

Georgieva mengatakan bahwa negara-negara anggota IMF telah mendorong IMF untuk memfokuskan upayanya pada langkah-langkah yang dapat dilakukan dengan cepat, termasuk penggandaan pembiayaan darurat menjadi USD100 miliar dan penciptaan fasilitas likuiditas jangka pendek baru.

Ditanya apakah ekonomi global membutuhkan stimulus lebih dari USD5 triliun untuk penyelamatan yang dijanjikan oleh negara-negara G20, dia mengatakan lebih besar.

“Saran kami lebih besar. Ini adalah krisis yang sangat besar dan itu tidak akan diselesaikan tanpa penyebaran sumber daya yang sangat besar,” katanya, mencatat bahwa suku bunga rendah memudahkan negara-negara untuk memberikan dukungan fiskal yang signifikan.

Negara G20 berjanji mengeluarkan stimulus USD5 triliun sama dengan apa yang dikeluarkan pada 2009 selama krisis keuangan global, meskipun para ekonom mengatakan krisis ini bisa jauh lebih buruk karena melibatkan bagian besar dari ekonomi global.

Sementara, Georgieva menyambut paket stimulus bantuan ekonomi senilai USD2,2 triliun yang ditandatangani oleh Presiden Donald Trump untuk melindungi konsumen dan bisnis. Nilai ini hampir tiga kali lipat USD831 miliar yang dikeluarkan Amerika Serikat untuk stimulus pada tahun 2009. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: COVID-19IMFKrisis EkonomiResesi EkonomiResesi Global
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.