• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

IMF Sebut Resesi Akibat Covid-19 Lebih Buruk dari Krisis Global 2008 

by Redaksi Asiatoday
April 17, 2020
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
IMF : Tahun 2020 akan Terjadi Resesi Ekonomi Global

International Monetary Fund (IMF). Doc

ASIATODAY.ID, JENEWA – Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) mengungkapkan dampak resesi akibat pandemi coronavirus (Covid-19) kali ini, lebih buruk dibandingkan krisis keuangan global pada 2008 lalu. Pasalnya, dunia mengalami dua krisis sekaligus, yakni krisis kesehatan dan krisis ekonomi.

Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva mengatakan krisis kesehatan dan ekonomi belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah IMF. Negara di dunia bahkan harus menyelamatkan nyawa warganya sekaligus melindungi mata pencaharian.

“Kita sekarang dalam resesi, jauh lebih buruk daripada krisis keuangan global,” kata Georgieva dikutip Antara, Sabtu (4/3/2020).

RelatedPosts

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Georgieva mengungkapkan lebih dari 90 negara telah mengajukan permintaan kepada IMF untuk pembiayaan darurat. Negara emerging market dan berkembang diminta menggunakan dana tersebut untuk membayar tenaga medis, memastikan fasilitas kesehatan berfungsi, serta menggenjot perusahaan yang rentan.

“IMF memobilisasi bantuan pembiayaan darurat ke negara-negara emerging markets dan negara-negara berkembang, yang terpukul keras oleh pandemi,” jelasnya.

Adapun IMF telah mengucurkan total USD1 triliun untuk menghadapi lonjakan kasus covid-19 di berbagai negara di dunia. Saat ini, hampir USD90 miliar dana keluar dari pasar negara berkembang atau lebih dari skala saat krisis keuangan global 2008.

“Kami bertekad untuk menggunakan sebanyak yang diperlukan dalam melindungi ekonomi,” pungkasnya.

Jumlah kasus positif covid-19 seluruh dunia mencapai 1.099.389 orang. Dari jumlah itu, pasien yang berhasil sembuh sebanyak 226.106. Sementara sebanyak 58.901 pasien meninggal dunia. (ATN)

Tags: IMFKrisis EkonomiResesi EkonomiResesi Global
No Result
View All Result

Terbaru

  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.