• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Indonesia Berambisi Jadi Lumbung Pangan Dunia

by Redaksi Asiatoday
April 17, 2021
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Indonesia Targetkan Ekspor Beras 500 Ribu Ton

Panen Padi di Indonesia. ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Republik Indonesia Erick Thohir memandang, sebagai negara agraris Indonesia berpotensi menjadi lumbung pangan  dunia. Indonesia sejatinya bisa merajai subsektor perikanan, perkebunan,  pertanian, dan subsektor pangan lainnya.

“Target kita, Indonesia harus menjadi lumbung pangan dunia,” kata Erick, Sabtu (17/4/2021).

Dikatakan, pada subsektor perkebunan, Indonesia merupakan produsen kelapa sawit terbesar dunia. Sayangnya harga kelapa sawit masih di driven oleh Malaysia dan Rotterdam.

RelatedPosts

Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts

Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026

ADB Unleashes $100 Million Digital Bond to Power Asia’s Next Economic Revolution

Maka upaya pemerintah untuk tetap menjaga industri kelapa sawit Indonesia bisa berkelanjutan yakni dengan menerapkan program B30. Sehingga Indonesia masih bisa mengambil keuntungan dari produk turunan kelapa sawit tersebut.

“Hal utu membuktikan Indonesia bisa sustain, ketika negara-negara lain harganya lebih turun, Indonesia bisa menjaga. Yang diuntungkan tidak hanya pengusaha kelapa sawit tapi juga pekerja dan petani kelapa sawit yang pendapatannya beda jauh dengan Malaysia. Sekarang bedanya tinggal 7 persen,” jelas Erick.

Kemudian di subsektor perikanan, pemerintah akan terus memperbaiki sistem one stop dari industri perikanan nasional yang ada di Indonesia Timur.

Selama ini hasil tangkap ikan yang akan diekspor di timur harus transit di titik-titik  tertentu. Ke depan, wilayah penghasil ikan bisa langsung ekspor ke luar negeri tanpa harus transit.

“Sekarang kita mau jadi one stop. Tangkapan ikan langsung masuk dan dikirim ke negara tujuan,” tandasnya. (ATN)

Tags: Ketahanan PanganLumbung Pangan Dunia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.