• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Indonesia Berambisi Jadi Lumbung Pangan Dunia

by Redaksi Asiatoday
April 17, 2021
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Indonesia Targetkan Ekspor Beras 500 Ribu Ton

Panen Padi di Indonesia. ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Republik Indonesia Erick Thohir memandang, sebagai negara agraris Indonesia berpotensi menjadi lumbung pangan  dunia. Indonesia sejatinya bisa merajai subsektor perikanan, perkebunan,  pertanian, dan subsektor pangan lainnya.

“Target kita, Indonesia harus menjadi lumbung pangan dunia,” kata Erick, Sabtu (17/4/2021).

Dikatakan, pada subsektor perkebunan, Indonesia merupakan produsen kelapa sawit terbesar dunia. Sayangnya harga kelapa sawit masih di driven oleh Malaysia dan Rotterdam.

RelatedPosts

AMMAN Targets 16 Tons of Gold Output in 2026

Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth

Gold’s Safe-Haven Era Faces a New Test

Maka upaya pemerintah untuk tetap menjaga industri kelapa sawit Indonesia bisa berkelanjutan yakni dengan menerapkan program B30. Sehingga Indonesia masih bisa mengambil keuntungan dari produk turunan kelapa sawit tersebut.

“Hal utu membuktikan Indonesia bisa sustain, ketika negara-negara lain harganya lebih turun, Indonesia bisa menjaga. Yang diuntungkan tidak hanya pengusaha kelapa sawit tapi juga pekerja dan petani kelapa sawit yang pendapatannya beda jauh dengan Malaysia. Sekarang bedanya tinggal 7 persen,” jelas Erick.

Kemudian di subsektor perikanan, pemerintah akan terus memperbaiki sistem one stop dari industri perikanan nasional yang ada di Indonesia Timur.

Selama ini hasil tangkap ikan yang akan diekspor di timur harus transit di titik-titik  tertentu. Ke depan, wilayah penghasil ikan bisa langsung ekspor ke luar negeri tanpa harus transit.

“Sekarang kita mau jadi one stop. Tangkapan ikan langsung masuk dan dikirim ke negara tujuan,” tandasnya. (ATN)

Tags: Ketahanan PanganLumbung Pangan Dunia
No Result
View All Result

Terbaru

  • AMMAN Targets 16 Tons of Gold Output in 2026
  • Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth
  • Gold’s Safe-Haven Era Faces a New Test
  • Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order
  • Indonesia Expands Defense Partnerships with South Korea and Finland
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.