• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Indonesia Bidik Devisa USD 28 Miliar Dari Sektor Pariwisata di 2024

by Redaksi Asiatoday
July 21, 2019
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Bidik Devisa USD 28 Miliar Dari Sektor Pariwisata di 2024 1

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas menargetkan devisa dari sektor pariwisata mencapai USD 28 miliar di tahun 2024. Target ini masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Direktur Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Bappenas Leonardo Teguh Sambodo mengatakan, selain devisa, Indonesia juga menargetkan jumlah wisatawan mancanegara negara dapat mencapai 26 juta orang. Salah satu industri yang diunggulkan untuk mencapai target tersebut yakni industri meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE).

“MICE salah satu sektor unggulan dengan menggiatkan bisa mencapai setidaknya 26 juta wisatawan mancanegara,” kata dia di acara ‘IBEF 2019’, di JCC, Jakarta, Jumat (19/7/2017).

RelatedPosts

AMMAN Targets 16 Tons of Gold Output in 2026

Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth

Gold’s Safe-Haven Era Faces a New Test

Sementara kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB ditargetkan mencapai 5,5 persen di tahun 2024. Sektor pariwisata pun ditargetkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi 15 juta orang.

“Yang lebih penting pariwisata sebagai salah satu sumber pertumbuhan baru dan salah satu sumber devisa. Obat defisit transaksi berjalan. USD 28 miliar dalam lima tahun ke depan,” tegas Teguh.

Bappenas mengunggulkan MICE, sebab industri ini mampu membentuk ‘nation branding’ dan mengatasi fluktuasi jumlah kunjungan wisatawan yang memang bersifat musiman.

“Kurangi dampak seasonality, dampak musiman dari kunjungan wisatawan. Dimana ada gap-gap yang selama ini ada itu bisa diisi oleh aktivitas MICE,” imbuhnya.

Selain itu, aktivitas di industri MICE bisa menjadi pelengkap bagi atraksi-atraksi di destinasi-destinasi pariwisata sehingga memberikan tawaran kegiatan yang disajikan bagi wisatawan.

“Untuk kemudian merefresh adanya kejenuhan dari atraksi yang kita biasa tawarkan. Jadi lebih banyak diversifikasi dan dengan adanya MICE kita mengkomunikasikan berbagai macam atraksi menjadi satu paket yang lebih menarik,” tandasnya. (Lis)

Tags: BappenasDevisaKemenparWisata Indonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • AMMAN Targets 16 Tons of Gold Output in 2026
  • Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth
  • Gold’s Safe-Haven Era Faces a New Test
  • Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order
  • Indonesia Expands Defense Partnerships with South Korea and Finland
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.