• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Indonesia Butuh Sosok Panglima TNI Perkuat Kedaulatan Maritim

by Redaksi Asiatoday
November 30, 2022
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Mengapa Laut Natuna Diincar Asing?

Patroli TNI Angkatan Laut di Laut Natuna Utara. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono sebagai calon panglima TNI dinilai sudah tepat.

“Sudah sepantasnya matra TNI AL menjabat panglima TNI, apalagi selama dua periode pemerintahan Jokowi, penjabat Panglima TNI belum ada satu pun yang berasal dari matra TNI AL,” kata Pengamat Maritim dari Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas Strategic Center (IKAL SC) Marcellus Hakeng Jayawibawa melalui keterangan tertulis, Rabu (30/11/2022).

Menurut Hakeng, dengan dipilihnya Yudo Margono, TNI diharapkan mampu menjaga kedaulatan wilayah maritim Indonesia, sekaligus, dapat ikut mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia seperti yang dicita-citakan Presiden Jokowi.

RelatedPosts

Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network

OPEC+ Builds New Energy Alliance

Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order

“Penunjukan Laksamana Yudo Margono sebagai calon panglima memang bukan sebuah kejutan bagi saya, tapi lebih ke arah sebuah keharusan. Di samping tentunya sebagai pemenuhan janji politik seorang Presiden terpilih kepada pemilihnya,” ungkap Hakeng.

Lebih jauh Hakeng mengungkapkan, situasi yang patut dikaji saat ini adalah terjadinya peralihan perhatian dan aktivitas dunia dari wilayah Mediterania dan Atlantik, menuju kawasan Indopasifik. Peralihan perhatian dan aktivitas tersebut mengakibatkan wilayah maritim Indonesia kembali menjadi perlintasan strategis kapal-kapal dari seluruh dunia.

“Indonesia harus sadar dengan posisinya secara geopolitik dan geostrategis. Karena itu penambahan kekuatan matra TNI AL dengan dukungan dari matra TNI lainnya adalah hal yang urgen untuk bisa dilakukan dalam waktu dekat,” jelas pendiri Perkumpulan Ahli Keselamatan dan Keamanan Maritim Indonesia (AKKMI) itu.

Hal lain yang juga muncul, kata dia, soal pelanggaran kapal nelayan asing yang masuk ke wilayah perairan Indonesia untuk mengambil ikan. Indonesia memiliki kekayaan perikanan laut berlimpah.

Makanya, kedaulatan pangan laut menjadi tujuan yang harus selalu disuarakan pemerintah dalam upaya menjaga keamanan pangan untuk masyarakat.

“Peran aktif TNI khususnya TNI AL dalam ikut menjaga kedaulatan pangan laut tentunya masih sangat dibutuhkan, sampai nantinya peran tersebut bisa diambil alih oleh Indonesia coast guard,” kata Hakeng. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

 

Tags: Indo PasifikPanglima TNI
No Result
View All Result

Terbaru

  • Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network
  • OPEC+ Builds New Energy Alliance
  • AMMAN Targets 16 Tons of Gold Output in 2026
  • Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth
  • Gold’s Safe-Haven Era Faces a New Test
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.