• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Indonesia Cetuskan World Consultative Assembly, Wadah Baru Perdamaian Dunia

by Redaksi Asiatoday
June 26, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Cetuskan World Consultative Assembly, Wadah Baru Perdamaian Dunia

Gedung MPR/DPR Republik Indonesia. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) sedang menggagas Dewan Majelis Syura atau Majelis Permusyawaratan diantara negara-negara anggota OKI. Sebuah wadah yang diproyeksi menjadi forum berhimpunnya MPR dari berbagai negara-negara yg berpenduduk Islam di dunia.

Wakil Ketua MPR RI, Syarief Hasan memiliki pandangan yang sama namun dengan tujuan yang lebih besar yakni hadirnya lembaga internasional yang dapat menfasilitasi seluruh MPR di dunia.

Syarief mendorong agar Dewan Syura Dunia tersebut dinaikkan kelasnya menjadi “World Consultative Assembly” diarahkan bukan hanya pada negara-negara berpenduduk Islam saja.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Akan tetapi, ruang lingkupnya diperluas untuk menghimpun MPR dari negara-negara Islam dan negara-negara lainnya yang memiliki penduduk Islam. Tujuannya agar terjadi kolaborasi yang baik dari negara maju dan berkembang untuk menyelesaikan masalah Perdamaian global.

Tak hanya itu, World Consultative Assembly juga didorong agar diisi oleh negara dengan sistem parlemen satu kamar (unikameral) maupun sistem parlemen dua kamar (bikameral).

Penyelesaian berbagai masalah Perdamaian, lingkungan global dan sebagainya menuntut partisipasi semua negara dengan lintas sektor, lembaga, dan sistem pemerintahan.

“Disinilah urgensi perlunya World Consultative Assembly didorong untuk lebih majemuk dan bersama-sama agar dapat menyelesaikan masalah yang juga majemuk,” ujarnya, Jumat (26/6/2020).

Apalagi, berbagai masalah global hari ini tidak dapat diselesaikan hanya oleh komunitas kecil atau beberapa negara saja. Mulai dari masalah perdamaian, keamanan, demokrasi, HAM dan toleransi, kesenjangan ekonomi, kemiskinan, dan kesenjangan pembangunan.

Berbagai tantangan tersebut perlu disikapi serius bersama-sama dengan melibatkan negara maju dan berkembang dengan berbagai sistem parlemennya masing-masing.

“Inilah prinsip Pancasila yang tertuang pada sila keempat yang harus dibangun oleh MPR RI melalui World Consultative Assembly. Sebuah prinsip untuk menyelesaikan masalah bersama lewat musyawarah sebagai masyarakat dunia. Setiap Negara diberikan ruang untuk saling bantu membantu dalam mengatasi masalah yang tidak dapat diatasi oleh satu Negara saja. Terlebih jika masalah tersebut menjadi masalah global,” jelas Syarief Hasan.

Menurutnya, kehadiran Majelis Permusyawaratan Dunia atau World Consultative Assembly akan melengkapi dan menguatkan peran Indonesia di berbagai organisasi dunia, seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa, OKI, Liga Muslim Dunia.

“Keberadaan World Consultative Assembly harus didorong agar lebih mendunia dan Indonesia yang menjadi penggagas utama Majelis Permusyawaratan Dunia ini akan menguatkan peran sentral Indonesia dalam menggagas berbagai organisasi dunia dan gerakan internasional. Dulu, pendahulu kita pernah menggagas ASEAN, Gerakan Non-Blok, sampai yang fenomenal yakni Konferensi Asia Afrika. Saatnya kita menggagas kembali organisasi internasional yang lebih luas cakupannya, lebih inklusif, dan lebih berorientasi pada penyelesaian masalah-masalah global,” pungkas Syarief Hasan. (ATN)

Tags: Dewan Syura DuniaMPRWorld Consultative Assembly
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.