• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Indonesia dalam Ancaman “Lost Generation” akibat Covid-19

by Redaksi Asiatoday
June 7, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia dalam Ancaman “Lost Generation” akibat Covid-19

Murid Sekolah Dasar di Indonesia. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Prof. Komaruddin Hidayat mengingatkan adanya ancaman lost generation (generasi yang hilang) akibat pandemi coronavirus (Covid-19) di Indonesia.

Pasalnya, saat ini guru, siswa dan orang tua dipaksa untuk bertemu dalam sebuah platform digital setelah pemerintah memutuskan meniadakan pembelajaran tatap muka di sekolah.

“Banyak guru, sekolah, dan orang tua yang belum siap, siswa jadi bingung. Sekarang ini ada wabah pandemi, problem stunting, ditambah lagi intrupsi pendidikan anak-anak,” kata Komarudin dalam konferensi virtual di acara Halal bi Halal PGRI pada Sabtu (6/6/2020).

RelatedPosts

Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network

OPEC+ Builds New Energy Alliance

Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order

“Kalau tidak kita cermati, awasi, kita akan ditimpa lost generation,” sambungnya.

Komaruddin kemudian menyontohkan banyak orang tua yang pesimistis dengan model pembelajaran daring, karena kurangnya perhatian guru dan ketidakberdayaan orang tua di rumah.

“Di rumah saya ada Pak RT mengatakan, jangankan ujian di rumah, ujian di sekolah saja pada nyontek, gimana ujian di rumah. Anak-anak masuk sekolah saja tidak pintar-pintar, apalagi sekolah di rumah,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Komaruddin juga menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya sekadar mengejar skor indeks prestasi komulatif (IPK) maupun keterampilan belaka.

Lebih dari itu, dia memandang pendidikan harus menekankan nilai spiritualitas, patriotisme, dan nasionalisme yang berlandaskan nilai-nilai luhur yang agung, alih-alih etnis tertentu.

“Kalau pendidikan hanya mengejar keterampilan dan IPK saja, itu tidak cukup. Karena membangun pribadi bangsa dan negara harus ada suatu values (nilai, Red), ada believed system, identitas, patriotisme, nasionalisme,” pungkas mantan Rektor Universitas Islam Negeri Jakarta tersebut. (ATN)

Tags: Corona IndonesiaCoronavirusCOVID-19Lost Generation
No Result
View All Result

Terbaru

  • Danantara Indonesia Enters Global Sovereign Wealth Fund Network
  • OPEC+ Builds New Energy Alliance
  • AMMAN Targets 16 Tons of Gold Output in 2026
  • Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth
  • Gold’s Safe-Haven Era Faces a New Test
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.