• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Indonesia dan G20 Dorong Transformasi Ekonomi dan Pembangunan Inklusif

by Redaksi Asiatoday
November 4, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kelompok G20 Luncurkan Strategi Selamatkan Ekonomi Global dari Resesi

Ketua kelompok bisnis B20 dalam G20, Yousef Al-Benyan. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia bersama dengan anggota G20 konsisten mendorong pemulihan ekonomi pascakrisis multidimensional akibat pandemi Covid-19.

Transformasi ekonomi dan pembangunan yang inklusif pun menjadi variabel penting bagi seluruh anggota G20 pascakrisis Covid-19.

“Secara spesifik, peranan anggota G20 untuk melakukan transformasi ekonomi yang ditandai dengan digitalisasi berbagai sektor perekonomian, reformasi struktural, serta upaya mempercepat pembangunan yang inklusif menjadi kunci untuk keluar dari krisis ini,” terang Deputi Bidang Kerja Sama Ekonomi Internasional  Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Dr. Rizal Affandi Lukman selaku Sherpa G20 (Utusan) Indonesia, dalam keterangan tertulis Rabu (4/11/2020) di Jakarta.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Hal tersebut, lanjut Rizal, tercermin dari semangat anggota G20 dalam pertemuan Luar Biasa Sherpa G20 tanggal 27 – 30 Oktober 2020 lalu yang merumuskan Leaders’ Declaration yang akan disahkan oleh para pemimpin G20 saat KTT Virtual 21 November 2020 mendatang.

Di pertemuan tersebut, Sherpa G20 Indonesia, Dr. Rizal Affandi Lukman menggarisbawahi dua hal penting dalam menyiapkan kerja sama internasional pasca Covid-19.

Pertama, Covid-19 telah mengubah hampir seluruh tata cara pengelolaan ekonomi di setiap negara. Karena itu, kebijakan yang menggunakan pendekatan transformasional, seperti digitalisasi, restrukturisasi kebijakan fiskal, dan penguatan sektor industri kreatif perlu diambil oleh Pemerintah untuk menjamin ketersediaan lapangan kerja serta meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat.

“Pendekatan ini tidak lepas dari upaya Pemerintah di dalam negeri untuk memperkuat proses pemulihan ekonomi melalui UU Cipta Kerja,” ujar Rizal.

Kedua, segala upaya pemulihan ekonomi tersebut mesti tetap memperhatikan aspek pembangunan yang berkelanjutan.

Dalam hal ini, pendanaan untuk Sustainable Development Goals (SDGs) dan akses terhadap pendidikan yang berkualitas untuk semua lapisan masyarakat merupakan elemen penting guna memastikan pertumbuhan dan pembangunan ekonomi yang inklusif.

Konsep yang disampaikan oleh Sherpa Indonesia mendapat sambutan yang positif dari anggota G20 lainnya, termasuk dari Pemerintah Arab Saudi selaku Presidensi G20 tahun ini. Hal ini tercermin dari diterimanya beberapa usulan Indonesia menjadi bagian dari rancangan Leaders’ Declaration.

Usulan lain yang juga diangkat oleh Indonesia dalam pertemuan ini yaitu menyangkut perlunya aksesabilitas vaksin Covid-19 dengan harga terjangkau bagi masyarakat global.

“Gagasan ini sejalan dengan upaya Pemerintah dalam proses pengadaan vaksin yang aman dan efektif bagi masyarakat Indonesia,” terangnya.

Sebagai bagian dari komunitas internasional yang terus menjaga keseimbangan antara pendekatan multilateral dan bilateral, Deputi Rizal menegaskan bahwa Indonesia akan senantiasa memanfaatkan keberadaannya dalam forum G20 untuk menyuarakan inisiatif yang menjadi kepentingan nasional dan global.

“Tujuannya adalah mendorong proses pemulihan ekonomi yang berkesinambungan dan inklusif”, tutup Deputi Rizal. (ATN)

Tags: G20
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.