• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Indonesia dan India Target Volume Dagang Hingga USD50 Miliar

by Redaksi Asiatoday
September 12, 2022
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia dan India Target Volume Dagang Hingga USD50 Miliar

Pertemuan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto dengan Menteri Perdagangan dan Industri Republik India, Piyush Goyal di Los Angeles, setelah Forum Indo Pacific Economic Framework (IPEF) ditutup hari Jum’at (9/9/2022). Dok Ekon

ASIATODAY.ID, LOS ANGELES – Indonesia dan India sepakat untuk meningkatkan volume kerja sama ekonomi.

Hal itu mengemuka dalam pertemuan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto dengan Menteri Perdagangan dan Industri Republik India, Piyush Goyal di Los Angeles, setelah Forum Indo Pacific Economic Framework (IPEF) ditutup hari Jum’at (9/9/2022).

Pemerintah India menyatakan dukungannya atas Presidensi G20 Indonesia akan puncaknya akan digelar di Bali pada November mendatang.

RelatedPosts

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

“Kami memerlukan dukungan agar dapat tercapai hasil konkrit dari KTT G20 di Bali November mendatang, dimana India akan menjadi anggota Troika dengan Indonesia setelah KTT tersebut,” ujar Menko Airlangga.

Menteri Piyush telah mengonfirmasi kehadirannya pada pertemuan KTT G20 November di Bali.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Piyush mengharapkan dukungan Indonesia dalam berbagai kerjasama ekonomi, misalnya kelapa sawit, perpajakan, daging, beras, industri otomotif, impor ban dan juga batu bara.

Pemerintah Indonesia tengah menggenjot sejumlah kerjasama bilateral untuk meningkatkan volume perdagangan dan juga mempercepat Pemulihan ekonomi.  Target hubungan kerjasama Indonesia dengan India volumenya dapat mencapai USD 50 Miliar, dimana saat ini volume perdagangan berkisar USD 17 Miliar.

Salah satu dukungan yang diharapkan India adalah peningkatan kerjasama ekonomi melalui ASEAN Trade in Goods Agreement (ATIGA).

“Kami mengharapkan dukungan Pemerintah Indonesia agar dapat memberikan kebijakan dan insentif yang sesuai untuk mendukung perdagangan produk-produk kedua negara,” ujar Menteri Piyush.

Nilai total perdagangan Indonesia dengan India sekitar USD21,01 Miliar di 2021 dan tercatat meningkat 48,48% dari 2020 yang sebesar USD14,15 Miliar. Volume perdagangan pada periode Januari hingga Juni 2022 yakni sekitar USD16,6 Miliar atau naik 81% dari periode sama tahun lalu.

Pertemuan juga membahas mengenai pengembangan kerjasama di bidang farmasi dengan kemungkinan India membangun manufaktur di Indonesia.

Sebagai tambahan informasi, perusahaan India telah menjalin kerjasama dengan Kalbe Farma sejak tahun 2018.

Terkait kerjasama Andaman and Nicobar, Menko Airlangga mendorong realisasi kerjasama joint task force dengan Pemerintah Provinsi Aceh.

“Kami mengharapkan realisasi dari kerjasama ini gugus tugas gabungan Pemerintah India dan Pemerintah Provinsi Aceh dapat segera menghasilkan berbagai low hanging fruits,” ujar Menko Airlangga. (ATN)

Tags: Indo-Pacific Economic FrameworkIPEFKerjasama Indonesia-India
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.