• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Indonesia dan Rusia Sepakat Suarakan Dialog Agama untuk Perdamaian Dunia

by Redaksi Asiatoday
May 21, 2021
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia dan Rusia Sepakat Suarakan Dialog Agama untuk Perdamaian Dunia

Menag Yaqut saat mengadakan pertemuan virtual dengan Duta Besar Rusia Mrs. Lyudmila G. Vorobyova, Kamis (20/5/2021). Dok Kemenag

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia dan Rusia sepakat untuk menyuarakan dialog agama untuk perdamaian dunia. Kesamaan pandangan ini muncul dalam pertemuan antara Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dengan Duta Besar Rusia Mrs. Lyudmila G. Vorobyova.

Menurut Menag Yaqut, agama memiliki peran besar untuk menyatukan dunia. Namun di sisi lain, saat ini ada orang-orang yang kerap menggunakan agama untuk kepentingan politik semata, dan berdampak pada kehancuran peradaban dunia.

Karenanya, diperlukan kesadaran semua pihak untuk menghilangkan sifat destruktif agama ini. Salah satunya dengan memperbanyak dialog lintas agama (interfaith dialogue).

RelatedPosts

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Turut hadir mendampingi Menag dalam pertemuan tersebut Direktur Jenderal Pendidikan Islam M. Ali Ramdhani dan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kamaruddin Amin.

“Sejarah kita ini juga menunjukkan bagaimana agama-agama selain bisa mempersatukan manusia juga bisa mendestruksi peradaban umat manusia,” tutur Menag, di Jakarta, dikutip siaran pers, Kamis (20/5/2021).

“Contoh yang paling akhir adalah bagaimana konflik politik di Israel dan palestina itu kemudian di beberapa tempat dimodifikasi menjadi konflik agama. Oleh karena itu saya yakin kita sama-sama punya tanggung jawab untuk menghilangkan sikap destruktif agama,” imbuhnya.

Menag berharap Rusia sependapat dengan Indonesia yang  berpandangan bahwa untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina perlu kearifan dan menempatkan posisi degan semestinya.

“Bahwa ini bukan konflik agama. Ini ada persoalan lain di dalamnya. Sehingga Indonesia, Rusia, dan negara-negara yang peduli dengan perdamaian dunia dapat membantu menyelesaikan ini,” ujar Menag.

Menurutnya, bila konflik yang terjadi adalah murni karena agama tentunya hal ini tidak dapat dibenarkan.

“Karena pasti tidak ada satu pun agama yang mengajarkan tentang kekerasan,” ujar Menag.

Senada dengan Menag, Dubes Rusia Mrs. Lyudmila G. Vorobyova menilai konflik antara Israel-Palestina sangat kompleks. Rusia pun setuju bahwa agama saat ini digunakan untuk mengusung kepentingan politik bagi mereka yang berkepentingan.

“Saya berharap kita dapat bergerak bersama mencari cara untuk menghentikan konflik yang terjadi. Kita harus bersama menghentikan perang, karena banyak manusia yang telah menjadi korban. Setiap agama tentunya mengajarkan tentang cinta dan kasih sayang,” tutur Vorobyova.

Indonesia dan Rusia saat ini telah memiliki hubungan diplomatik selama kurang lebih 70 tahun. Salah satu bentuk kerja sama yang kerap dilakukan adalah dengan membangun dialog lintas iman. Negara dengan mayoritas penduduk beragama orthodox ini juga mengayomi berbagai pemeluk agama lain.

Sampai hari ini tercatat terdapat sekitar 20 juta penduduk muslim, tiga jutaan umat Buddha, serta katolik, protestan, dan Kristen aliran lainnya.

Dialog lintas iman antara Indonesia dan Rusia sekurangnya telah dilakukan sebanyak tiga kali, yakni pada 2016,2018, dan 2019.

Dubes Vorobyova berharap pandemi dapat segera berakhir sehingga berbagai agenda terkait dialog lintas iman yang biasanya dilaksanakan Indonesia dan Rusia dapat terlaksana kembali.

“Kami berharap pertemuan hari ini dapat ditindaklanjuti secara teknis dan melanjutkan dengan kerjasama-kerjasama yang lebih nyata,” imbuh Vorobyova. (ATN)

Tags: Kerjasama Indonesia-RusiaPerdamaian Dunia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.