• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Indonesia dan Singapura Perpanjang Perjanjian Keuangan Bilateral Senilai Rp140 Triliun

by Redaksi Asiatoday
November 5, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Singapura Luncurkan COSMIC, Platform Digital untuk Memerangi Pencucian Uang

Kantor Otoritas Moneter Singapura (MAS). Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong telah mengesahkan perpanjangan perjanjian keuangan bilateral antara kedua bank sentral negara masing-masing senilai USD10 miliar atau Rp140,3 triliun pada Jumat (5/11/2021).

Perjanjian yang akan dijalankan oleh Bank Indonesia (BI) dan Bank Sentral Singapura atau Monetary Authority of Singapore (MAS) diperpanjang hingga 4 November 2022.

Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan perjanjian itu bertujuan untuk mendukung stabilitas moneter dan keuangan di kedua negara, di tengah pemulihan pandemi Covid-19.

RelatedPosts

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Kesepakatan kedua bank sentral meliputi dua poin penting. Pertama, perjanjian pertukaran mata uang lokal bilateral atau bilateral swap arrangement (BSA) yang memungkinkan pertukaran mata uang lokal antara dua bank sentral dengan nilai hingga Sin$9,5 miliar atau Rp100 triliun, atau setara USD7 miliar. Kedua, kesepakatan repo bilateral senilai USD3 miliar.

“Dengan kesepakatan ini, kedua bank sentral dapat melakukan transaksi pembelian kembali untuk mendapatkan uang tunai dollar Amerika Serikat (AS) dengan menggunakan obligasi pemerintah G3 sebagai jaminan,” jelasnya.

Adapun, kerjasama pembiayaan bilateral ini sudah dilakukan oleh BI dan MAS sejak November 2018 dengan tujuan memperkuat ekonomi masing-masing negara. Perjanjian ini sejalan komitmen di dalam Singapore-Indonesia Leaders’ Retreat.

“Perjanjian ini selalu diperpanjang setiap tahunnya,” tandas Erwin.

Tags: Kerjasama Indonesia-Singapura
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.