• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Indonesia dan Turki Tekan MoU Imbal Dagang

by Redaksi Asiatoday
December 17, 2021
in Business
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Indonesia Buka Negosiasi Perpanjangan Fasilitas GSP ke AS

Aktivitas ekspor dan impor di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Kementerian Perdagangan bertekad mengakselerasi   pemulihan ekonomi nasional dengan memperkuat ekspor.

Penguatan ini dilakukan dengan memfasilitaai penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) kerjasama skema imbal dagang business to business (b to b) antara PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) dengan Turk Barter International (TBI) A.S  selaku Badan Pelaksana imbal dagang di Turki.

Penandatanganan dilakukan secara virtual oleh Direktur Utama PT PPI Nina Sulistyowati dan Presiden TBI  A.S Muhammet Sirri Simsek, pada  Rabu (15/12/2021) yang disaksikan oleh Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor  Nasional (PEN) Didi Sumedi, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk  Turki, Lalu Muhamad Iqbal, Atase Perdagangan Ankara di Turki Eric Gokasi Nababan, Dewan Direksi PT PPI, dan pemangku kepentingan seperti Lembaga  Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), PT Bank Negara Indonesia (BNI), PT Askrindo, serta PT Kurhans Trans.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

“Fasilitasi Kemendag ini merupakan upaya terobosan untuk mempercepat  pemulihan ekonomi nasional.  Kerjasama imbal dagang telah lama dijajaki  Indonesia sebagai suatu strategi baru peningkatan ekspor. Sejak 2019, penjajakan  skema imbal dagang b to b lebih diperkenalkan dan didorong untuk lebih implementatif,” jelas Dirjen PEN, Didi, dikutip Jumat (17/12/2021).

Menurut  Didi,  Turki merupakan negara mitra dagang strategis dan penting bagi   Indonesia.  Penandatanganan MoU ini dapat menjadi salah satu penguat hubungan bilateral kedua negara yang berkelanjutan dan saling menguntungkan.

“Turki merupakan negara yang familiar dengan sistem imbal dagang dan praktik itu telah diimplementasikan oleh perusahaan-perusahaan di Turki di bawah TBI yang menjadi Badan Pelaksana di Turki,” terang Didi.

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Turki, Lalu Muhamad Iqbal  mengatakan, penandatanganan MoU ini merupakan momen penting bagi hubungan Indonesia dan Turki. Kedutaan Besar RI di Turki mendukung penuh program penjajakan kerja sama imbal dagang b to b dengan Turki khususnya.

“Program yang diinisiasi Kemendag ini menjadi strategi baru dalam menghadapi tantangan krisis global di masa pandemi Covid-19 ini,”ungkap Lalu.

Dubes Lalu mengharapkan kerja keras dari semua pihak untuk mewujudkan kerja sama imbal dagang ini dalam penandatanganan kontrak jual beli melalui imbal dagang saat kunjungan Presiden Turki ke Indonesia pada awal Februari 2022.

Direktur Utama PT PPI, Nina Sulistyowati menjelaskan, penandatanganan MoU   dengan  Turki merupakan salah satu target PT PPI di 2021. Kerjasama ini menjadi  bukti nyata komitmen PT PPI dalam mendukung program kerjasama imbal dagang b to b yang digencarkan Kemendag.

“PT PPI siap melaksanakan peran sebagai koordinator yang menjembatani eksportir dan importir dalam negeri. Kami akan terus berkoordinasi dengan TBI A.S selaku pihak koordinator di Turki untuk finalisasi produk yang akan diimbaldagangkan segera setelah penandatanganan MoU. Kami menargetkan transaksi riil dapat segera diwujudkan pada Januari 2022,” tutur Nina.

Beberapa produk Indonesia yang ditawarkan antara lain minyak sawit, timah, staple fibres of viscoserayon, karet alam, benang tunggal (single  yarn), bubuk  kakao, kelapa kering, dan cakalang  beku.

Sementara produk yang ditawarkan Turki antara lain tembakau, gandum, es krim,  peralatan rumah tangga otomatis, botaes, keramik, minyak zaitun, trafo listrik, dan aluminium hydroxide.

Kerjasama imbal dagang diharapkan dapat menjadi kerjasama yang implementatif  bagi kedua negara dan menjadi salah satu opsi bagi pelaku usaha kedua negara di tengah kondisi perekonomian dunia dalam masa pandemi.

Turki saat ini sedang mengalami penurunan nilai mata uang yang cukup signifikan  dan barter menjadi salah satu opsi transaksi perdagangan yang dimanfaatkan banyak perusahaan di Turki.

Sebelumnya, pada 25—28  November 2021, Indonesia juga telah berpartisipasi  pada 7th World Halal Summit dan 8th OIC Halal Expo di Istanbul, Turki. Indonesia  berhasil mencatatkan transaksi senilai USD3,8  juta dan 4 MoU kerjasama dagang.  Diharapkan, kerjasama imbal dagang ini dapat mendukung dan mendorong nilai transaksi awal yang telah dilakukan.

Sejak awal 2021, Kemendag telah melakukan penjajakan intensif dalam rangka  kerjasama skema imbal dagang b to b dengan 35 negara di dunia. Adapun 11 negara diantaranya yaitu Meksiko, Rusia, Jerman, Belanda, Turki, Italia, Hongaria, Prancis, Filipina, India, dan Iran memberikan respons positif untuk melakukan pembahasan teknis lebih lanjut.

Nilai total perdagangan nonmigas Indonesia ke Turki periode Januari—Oktober 2021 tercatat sebesar USD1,67 miliar. Total ekspor nonmigas Indonesia ke Turki sebesar USD1,34 miliar. Sementara, nilai impor Indonesia dari Turki sebesar USD325,7 juta. Sehingga, tercatat surplus bagi Indonesia sebesar USD1,01 miliar.

Komoditas ekspor unggulan Indonesia ke Turki antara lain minyak nabati, karet alam, fibres, baja tahan karat  (stainless  steel), dan trafo listrik. Sedangkan, komoditas impor utama Indonesia dari Turki antara lain carbonates, tembakau, borate, furnace accessories, dan benang. (ATN)

Tags: Kerjasama Indonesia-Turki
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.