• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Indonesia Darurat Asap, 2 Ribu Lebih Balita Derita ISPA

by Redaksi Asiatoday
September 16, 2019
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Darurat Asap, 2 Ribu Lebih Balita Derita ISPA

Kabut asap Sumatera Selatan. Ist

ASIATODAY.ID, PALEMBANG – Bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Indonesia kian mengkhawatirkan.

Tercatat, Sebanyak 2.188 balita di Sumatera Selatan menderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat terpapar kabut asap dari karhutla.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas kesehatan Sumsel Mulyono mengatakan kejadian karhutla di sejumlah wilayah di Sumsel telah menyebabkan kabut asap pekat.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

“Hal ini tentunya berdampak pada meningkatnya jumlah penderita ISPA, khususnya bagi balita,” katanya di Palembang, Sabtu (14/9/2019).

Menurut Mulyono, tingginya penderita ISPA pada balita karena gizi yang diterima digunakan untuk imunitas dan pertumbuhan. Sehingga ketahanan tubuh yang dimiliki lebih rendah ketimbang orang dewasa.

“Hal itu membuat balita lebih rentan terkena ISPA. Selain faktor lingkungan, faktor udara yang tak sehat juga bisa menjadi penyebabnya,” jelasnya.

Dia menerangkan Dinkes Sumsel telah menerbitkan surat edaran ke seluruh kabupaten/kota yang terdampak kabut asap agar mengantisipasi pencegahan ISPA selama musim kemarau. Edaran meminta seluruh Dinas Kesehatan menyiagakan fasilitas pelayanan kesehatan seperti Posko Kesehatan Desa (Poskesdes), Puskesmas Pembantu (Pustu), Puskesmas, dan rumah sakit.

“Bila terjadi peningkatan kasus ISPA, pneumonia, konjutivitis, diare, dan lainnya agar dilakukan surveilans kesehatan di daerah tersebut dan melakukan langkah pengendalian dengan cermat,” bebernya.

Dinkes mencatat sebanyak 2.188 balita terkena ISPA sejak pekan keempat Agustus hingga 2 September 2019. Palembang menjadi kota tertinggi penderita ISPA mencapai 276 balita usia di bawah satu tahun. Kemudian di usia satu sampai lima tahun, mencapai 819 balita.

Kabupaten Ogan Ilir juga memiliki penderita ISPA pada balita terbanyak kedua, dengan total 483 balita. Lalu. Kabupaten Musi Banyuasin dengan jumlah 375 balita. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Bencana Kabut AsapKabut Asap
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.