• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Indonesia Didorong untuk Hentikan Perang Rusia dan Ukraina

by Redaksi Asiatoday
February 25, 2022
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Didorong untuk Hentikan Perang Rusia dan Ukraina 1

Ledakan besar di Ukraina. Foto : Kementerian Dalam Negeri Ukraina

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia didorong untuk segera mengambil inisiatif menghentikan perang antara Rusia dan Ukraina.

Menurut Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto, perang Rusia dan Ukraina jika tidak segera dihentikan, pasti akan memiliki dampak serius, termasuk perekonomian dunia dan Indonesia.

“Sesuai politik luar negeri bebas aktif, Indonesia harus mengambil prakarsa melalui PBB. Dunia harus bersatu untuk hentikan perang. Jangan sampai perang tersebut membawa ekskalasi yang lebih luas,” kata Hasto dalam keterangannya, Jumat (25/2/2022).

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Hasto mengungkapkan, perang kian menambah ketidakpastian baru. Karena itu, seruan menghentikan perang harus segera didorong atas inisiatif Indonesia berdasarkan amanat Pembukaan UUD NRI 1945 untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

“Amanat ini juga mengingat bahwa kemerdekaan ialah hak segala bangsa, maka penjajahan harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan,” tandasnya.

Dalam perspektif hukum internasional, kata Hasto, tindakan perang tetap tidak bisa dibenarkan meskipun apa yang dilakukan Rusia bertujuan membuat keseimbangan regional. Termasuk, tidak dibenarkan juga berbagai kebijakan agresif NATO melalui ekspansi pengaruh dengan memperluas keanggotannya yang hanya menyebabkan ketegangan dengan Rusia.

Menurut Hasto, apa yang dilakukan Pakta Pertahanan tersebut berujung pada ketidakseimbangan konfigurasi kekuatan dunia yang mengarah pada hegemoni.

“PBB harus menunjukkan kepemimpinannya dengan dukungan sepenuhnya dari seluruh negara yang cinta damai, khususnya Indonesia,” tegas Hasto.

Sementara Ketua Bidang Luar Negeri DPP PDIP Ahmad Basarah mengungkapkan apa yang terjadi di Ukraina tersebut menunjukkan kebenaran pemikiran Bung Karno melalui pidato To Build the World A New tahun 1960.

“Pada saat itu, Bung Karno mengatakan bahwa negara-negara besarlah yang sering kali bertindak menciptakan instabilitas dunia melalui perang, baik itu dari Blok Barat maupun Blok Timur, dan dalam situasi itulah kepemimpinan Indonesia harus ditunjukkan bagi setiap upaya mewujudkan perdamaian dunia,” jelas Basarah.

Basarah pun meminta pemerintah segera mengambil langkah-langkah untuk mengantisipasi dampak perang Rusia-Ukraina tersebut.

“PDI Perjuangan juga meminta Pemerintah untuk mengantisipasi dampak perang terhadap perekonomian Indonesia dan pada saat bersamaan terus mengambil inisiatif agar perang secepatnya diselesaikan melalui perundingan,” pungkas Basarah. (ATN)

Tags: Krisis UkrainaPerdamaian DuniaRusiaUkraina
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.