• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Indonesia Dorong Anggota APEC Perkuat Fasilitasi Perdagangan dan Akses Vaksin Covid-19

by Redaksi Asiatoday
June 7, 2021
in Business
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Indonesia Dorong Anggota APEC Perkuat Fasilitasi Perdagangan dan Akses Vaksin Covid-19

Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Muhammad Lutfi. Dok Kemendag

ASIATODAY.ID, MOSKOW – Menteri  Perdagangan Republik Indonesia, Muhammad Lutfi menyerukan pentingnya peran anggota APEC dalam memperkuat fasilitasi perdagangan vaksin, termasuk  peningkatan produksi  dan distribusi vaksin yang merata. Pernyataan ini menanggapi   kondisi pandemic Covid-19 yang berkepanjangan dan kebutuhan akan  akses  terhadap  vaksin  serta  produk  terkait yang semakin meningkat.

Hal tersebut disampaikan Mendag Lutfi saat menghadiri rangkaian pertemuan APEC Business Advisory Council  (ABAC)  dan  APEC Ministers  Responsible  for  Trade  Meeting  (APEC  MRT)  2021  yang diadakan secara  virtual  pada  4–5  Juni  2021.  Acara  tersebut  sekaligus  mengakhiri  rangkaian  kegiatan  Mendag Lutfi pada kunjungan kerja ke Moskow, Rusia.

“Anggota APEC berperan penting dalam memperkuat fasilitasi perdagangan vaksin, termasuk peningkatan produksi dan distribusi vaksin yang merata. Penguatan fasilitasi perdagangan vaksin perlu dilakukan  untuk  mempercepat  pemulihan  ekonomi  serta memastikan kemudahan  akses  terhadap vaksin dan produk terkait bagi masyarakat,” ujar Mendag, dikutip siaran pers, Senin (7/6/2021).

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Saat ini, masih terdapat kesenjangan yang sangat signifikan antara produksi vaksin dengan kebutuhan dunia. Hasil  studi  APEC menyebutkan,  total  kebutuhan  vaksin  dunia  mencapai  14,2  miliar  dosis, sementara produksi  vaksin  global saat  ini baru  mencapai  sekitar  413  juta  dosis  atau  2,9 persen  dari total kebutuhan dunia. Kesenjangan ini juga diperburuk dengan distribusi vaksin yang tidak merata.

Selain  rendahnya  produksi  vaksin global,  kesenjangan  distribusi vaksin  juga  dipengaruhi  adanya bottleneck dalam  isu  hak  kekayaan  intelektual  (IPR). APEC  sebagai  forum  ekonomi  terkemuka  di kawasan  Asia Pasifik,  memegang  peran  strategis  dalam  mendukung  diskusi  proposal  Trade-Related Aspects of Intellectual Property Rights (TRIPS) Waiver yang sedang bergulir di forum WTO.

Proposal   TRIPS   Waiver   menekankan   penghentian sementara pemberlakuan hak   atas   kekayaan intelektual  (HKI) untuk  mendorong produksi  dan  distribusi  vaksin  Covid-19 sebagai  bentuk  solidaritas global dalam percepatan penanganan pandemi. Menurut  Mendag,  vaksin  diperlukan untuk  memulihkan  ekonomi,  perdagangan dan  pariwisata.

“Untuk  itu  diperlukan  vaksin  bagi  semua  orang,  standar  vaksin  yang  baik  termasuk  pengembangan solusi digital untuk lisensi perjalanan, serta pelonggaran kewajiban pendaftaran lisensi HKI yang dapat mendukung

ekonomi berkembang untuk memproduksi vaksin secara mandiri dalam rangka memenuhi kebutuhannya sehingga semakin banyak nyawa terselamatkan,” terangnya.

Dalam  keketuaan Selandia Baru tahun ini, Pertemuan Menteri  Perdagangan APEC  mengangkat  tiga prioritas pembahasan yaitu peran   kebijakan   perdagangan   dalam   mengatasi   dampak   COVID-19, dukungan  APEC  terhadap  sistem  perdagangan  multilateral, serta  dialog  dengan  sektor  bisnis  terkait upaya percepatan pemulihan ekonomi.

Mengenai sistem perdagangan multilateral, Mendag Lutfi menegaskan,   pentingnya untuk   terus mendukung sistem perdagangan multilateral yang berlandaskan pada peraturan dan kesepakatan.

“Untuk itu, Indonesia mendukung upaya akselerasi reformasi WTO dalam rangka persiapan Konferensi Tingkat Tinggi/ Ministerial Conference (MC) ke-12 mendatang,” ujar Mendag Lutfi.

Pada dialog dengan sektor bisnis, para Menteri Perdagangan dan perwakilan sektor bisnis dari anggota APEC  berbagi  pandangan  pentingnya  pemulihan  perekonomian  melalui  fasilitasi  perdagangan  untuk barang  dan  jasa  terkait  vaksin  dan  produk  pendukung,  pentingnya  konektivitas  secara  digital  dan dukungan  terhadap  sektor  bisnis  terlebih usaha  mikro,  kecil  dan  menengah (UMKM), penguatan integrasi  ekonomi  secara  regional, serta  ketahanan  rantai  pasok  dan  pemulihan  bagi  kawasan Asia-Pasific.

Pada sidang pleno, Mendag Lutfi menyampaikan, pertumbuhan ekonomi kawasan APEC telah menunjukkan  perbaikan, namun  masih  belum  merata di antara  anggota Ekonomi APEC.

“Tantangan dari  pandemi COVID-19 masih akan terus berlangsung, sehingga dibutuhkan kebijakan perdagangan yang  lebih  bersifat  fasilitatif  dan  pentingnya  menghindari  implementasi  kebijakan  yang menghambat arus perdagangan serta stabilitas rantai pasok,” imbuh Mendag.

Para Menteri Perdagangan APEC menggarisbawahi fokus agenda kerja APEC pada tiga dimensi utama, yaitu mempermudah akses barang esensial  termasuk  vaksin  dan produk  terkait  vaksin; membuka kembali   perjalanan internasional dengan aman; serta memanfaatkan teknologi   digital   untuk meningkatkan fasilitasi perdagangan, memperkuat rantai pasok, dan meningkatkan daya saing pelaku usaha serta UMKM.

Dalam pertemuan APEC MRT ini, para Menteri Perdagangan APEC juga telah menyepakati pernyataan bersama  (APEC  MRT  Joint Statement  2021)  sebagai  wujud  komitmen  seluruh  Ekonomi  APEC  dalam mengambil langkah konkret untuk berkontribusi terhadap upaya pemulihan ekonomi di kawasan. MRT Joint  Statement  2021 menegaskan  kembali  upaya  kolektif  APEC  dalam  mendorong  peran  penting sektor perdagangan barang dan jasa terkait, komitmen memperkuat sistem perdagangan multilateral, serta upaya mencapai kemakmuran bersama.

“APEC  memegang  peran  kunci  dalam  memperkuat  kerja  sama  dan  komitmen  untuk  berkolaborasi mengatasi dampak  pandemi. Indonesia  terus  mendukung  berbagai  upaya untuk memperkaya dialog dan pertukaran  informasi  kebijakan  diantara  anggota Ekonomi APEC dalam  rangka memastikan pemulihan  ekonomi yang kuat di kawasan  dan  selaras dengan kepentingan nasional,” pungkas Mendag.

Tentang APEC

APEC merupakan Forum Kerja Sama 21 Ekonomi di  lingkar  Samudra  Pasifik. Kegiatan utama di APEC meliputi  kerja  sama  perdagangan  dan  investasi,  serta  kerja  sama  ekonomi  lainnya  untuk mendorong pertumbuhan dan peningkatan kesejahteraan di Kawasan Asia-Pasifik.

Ekonomi  anggota  APEC  terdiri atas Australia, Brunei Darussalam, Filipina, Kanada, Chile, RRT, Hongkong, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Meksiko, Selandia Baru, Peru, Papua Nugini, Rusia,  Singapura, Taiwan, Thailand, Amerika Serikat (AS) dan Vietnam.

Kerja sama APEC bersifat non-binding, yang berarti setiap keputusan yang dihasilkan seringkali tidak bersifat mengikat.

Menurut data yang  dimuat dalam publikasi APEC at a Glance 2021,  seluruh anggota ekonomi APEC mewakili 38 persen penduduk dunia (2,9 miliar  jiwa), 47 persen dari perdagangan global (USD24 triliun), dan 61 persen dari total pendapatan domestik bruto dunia (USD 53 triliun). Sebagai  dampak pandemi Covid-19, kinerja ekspor perdagangan  Indonesia  dengan  kawasan  APEC menunjukkan  penurunan  pada  2020  dibandingkan tahun  sebelumnya.

Pada  2020, total  nilai  ekspor Indonesia  ke anggota APEC  tercatat sebesar USD117,8 miliar atau turun 3,04  persen  dibandingkan dengan nilai ekspor pada 2019 yang mencapai USD 121,5 miliar. (ATN)

Tags: APECAPEC Business Advisory CouncilAPEC Ministers  Responsible  for  Trade  Meeting
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.