• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Indonesia Dorong Dewan Keamanan PBB Redam Konflik Amerika-Iran

by Redaksi Asiatoday
January 9, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Dorong Dewan Keamanan PBB Redam Konflik Amerika-Iran

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia mengambil peran aktif dengan mendorong Dewan Keamanan PBB untuk mengambil inisiatif meredam konflik Amerika Serikat – Iran yang kian menajam.

Yang terbaru, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi telah membahas eskalasi konflik itu dengan Menteri Luar Negeri Vietnam Pham Binh Minh. Saat ini, Vietnam menjadi Presiden Dewan Keamanan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Kita mengharapkan presidency Vietnam. Kita dorong Vietnam juga dapat terus mengupayakan agar eskalasi tidak makin menajam,” kata Retno di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (09/01/2020).

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Upaya lain yang dibangun, Retno juga berbicara dengan Duta Besar Amerika Serikat dan Duta Besar Iran untuk Indonesia. Retno menyampaikan agar ketegangan di antara kedua negara tidak berlanjut.

Retno menyebut dalam situasi ini, pemerintah Indonesia perlu persiapan lebih matang terkait dampak ketegangan pada WNI di luar negeri. Pihaknya terus menjalin komunikasi dengan para kepala perwakilan di negara-negara Timur Tengah.

“Baik di Iran, Irak, maupun kemungkinan di negara-negara yang akan terdampak kalau eskalasi terus berlanjut,” imbuhnya.

Retno mengungkapkan rencana cadangan buat mengantisipasi memburuknya situasi di Timur Tengah rampung. Pihak Kemenlu sudah mengaktifkan crisis center.

“Kita juga memberikan imbauan kepada WNI jika sewaktu-waktu memerlukan bantuan agar cepat menghubungi hotline yang ada,” jelas Retno.

Menurut Retno, ini merupakan langkah antisipatif, sebab ada lebih dari 400 WNI di Iran. Jumlah tersebut masih bisa bertambah, sebab masih ada kemungkinan banyak WNI tidak melapor.

“Sementara yang di Irak itu sekitar 800, kemarin saya pagi melakukan rapat koordinasi dengan para kepala perwakilan yang terkait dengan wilayah itu, dengan dubes kita di Irak, dubes kita di Teheran, dengan Dubes kita di Amerika yang masih diwakili,” papar Retno. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Amerika SerikatDK PBBIranKemenlu RIKonflik Iran-AmerikaUnited Nations
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.