• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home GREEN ENERGY

Indonesia Gaungkan Kendaraan Ramah Lingkungan di Asia Melalui Formula-E

by Redaksi Asiatoday
June 4, 2022
in GREEN ENERGY
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Gaungkan Kendaraan Ramah Lingkungan di Asia Melalui Formula-E 1

Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan memberi selamat kepada pemenang balapan mobil listrik Formula E yang berlangsung di Jakarta International E-Circuit (JIEC), Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (4/6/2022). Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Untuk pertama kali dalam sejarah, Indonesia tercatat sebagai negara pertama di Asia Tenggara yang sukses menggelar ajang balapan mobil listrik Formula E yang berlangsung di Jakarta International E-Circuit (JIEC), Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (4/6/2022).

Ajang balapan Formula E berlangsung di tengah momentum dan cita-cita besar Indonesia untuk membangun ekosistem kendaraan listrik yang ramah lingkungan. Indonesia ingin menjadi pelopor gerakan ini di Asia, minimal di Asia Tenggara.

Indonesia Gaungkan Kendaraan Ramah Lingkungan di Asia Melalui Formula-E 2
Balapan mobil listrik Formula E yang berlangsung di Jakarta International E-Circuit (JIEC), Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (4/6/2022). Ist

Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada, Fahmy Radhi menyampaikan bahwa konsep keberlanjutan yang diusung Formula E menjadi salah satu kampanye untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk beralih ke kendaraan ramah lingkungan.

RelatedPosts

Bpfilters Launches Innovative B50 Biodiesel Filter Product

Indonesia Launches Asia’s Largest Cooperative-Based Renewable Energy Initiative

ASEAN Power Grid Gets Real: ADB Unleashes New Fund to Fast-Track Regional Energy Integration

Menurutnya, ajang Formula E membuktikan bahwa kendaraan listrik ramah lingkungan bisa aman digunakan di arena balap, apalagi untuk keseharian.

“Kampanye ini sangat penting untuk mendorong migrasi dari kendaraan fosil ke kendaraan listrik,” kata Fahmy dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/6/2022).

Fahmy mengungkapkan, sektor transportasi berbahan bakar fosil menyumbang sebesar 24,64 persen emisi atau terbesar kedua setelah industri produsen energi sebesar 43,83 persen. Kemudian, manufaktur dan konstruksi menyusul dengan emisi sebesar 21,64 persen, dan sektor lainnya sebesar 4,13 persen.

Kehadiran Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada ajang Formula-E Jakarta hari ini, Sabtu (4/6/2022), salah satunya untuk menunjukkan komitmen yang konsisten dalam mewujudkan transisi energi untuk memberikan kontribusi pencapaian zero emission.

Bahkan, Fahmy menilai ajang Formula E Jakarta merupakan green sportainment pertama di Indonesia. Pasalnya, konsep zero emission yang diusung dalam ajang tersebut terwujud dari penggunaan kendaraan ramah lingkungan, peniadaan plastik sekali pakai, dan pembangunan sirkuit yang mengedepankan aspek lingkungan.

Di lain sisi, pemerintah sangat serius dalam membangun industri mobil listrik di Indonesia. Komitmen ini dapat dilihat dari ketegasan Presiden Jokowi yang melarang ekspor nikel. Selain itu, pemerintah juga menggandeng sejumlah perusahaan luar negeri untuk mulai membangun pabrik baterai di Indonesia, hingga melakukan perbincangan serius dengan Elon Musk yang sudah berpengalaman dalam industri mobil listrik.

Indonesia Gaungkan Kendaraan Ramah Lingkungan di Asia Melalui Formula-E 3
Antusias penonton balapan mobil listrik Formula E yang berlangsung di Jakarta International E-Circuit (JIEC), Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (4/6/2022). Ist

“Pemerintah sangat serius untuk mengundang investor yang sudah berpengalaman. Meskipun Indonesia sudah memiliki pabrik baterai, tapi kita butuh teknologi, dan harus belajar dari negara-negara yang telah berpengalaman seperti Amerika, Korea, dan Jepang,” ujarnya.

Kendati demikian, Fahmy menyayangkan tidak semua komponen bangsa mendukung penyelenggaraan Formula E. Pasalnya, dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni Pertamina dan PLN tidak terlibat dalam gelaran akbar tersebut.

Menurutnya, dua BUMN itu seharusnya mendukung penuh penyelenggaraan Formula-E.

“Tidak hanya untuk menyukseskan penyelenggaraan ajang Formula-E, tetapi juga untuk mendukung komitmen Presiden Joko Widodo dalam pembangunan keterkaitan industri kendaraan listrik untuk mewujudkan zero emission,” pungkasnya. (ATN)

Tags: Formula EFormula E AsiaIndustri Mobil ListrikJakarta E Prix
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.