• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 24, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Indonesia Gugat Perusahaan Minyak Thailand PTTEP atas Kerusakan Ekologi di Laut Timor

by Redaksi Asiatoday
April 2, 2022
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kasus Pencemaran Minyak: PTTEP Australasia Diperintahkan Bayar Kerugian Petani Indonesia

Ladang minyak Montara PTTEP Australasia yang meledak dan mencemari perairan Laut Timor dan Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur (NNT) Pada 21 Agustus 2009. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia menggugat perusahaan minyak Thailand yakni PTT Exploration and Production (PTTEP) terakit kasus tumpahan minyak mentah dari kilang minyak Montara.

Pasalnya, tumpahan minyak yang bersumber dari kilang PTTEP tersebut mengakibatkan pencemaran luas yang berdampak terhadap kerusakan ekologi di Laut Timor secara jangka panjang.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marvest) Republik Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan, gugatan tersebut dilayangkan karena ada perjanjian bisnis antara perusahaan eksplorasi asal Thailand PTTEP yang punya kantor di Australia itu dengan Indonesia.

RelatedPosts

Indonesia Leads Regional Green Alliance Against Cross-Border Pollution

IPB Expert: Nickel Mining in Halmahera Threatens Marine Ecosystems and Coastal Livelihoods

Ceria Corp, Indonesia’s Green Nickel Pioneer, Restores 200 Hectares of Former Mine Land Through ESG Initiatives

“Itu sebabnya dengan pihak Australia kita minta bantuan mereka tentu saja membuat supaya ini bisa transparan,” kata Luhut dalam Forum Merdeka Barat 9 yang disiarkan virtual, Jumat (1/4/2022).

Luhut menjelaskan ledakan kilang minyak Montara di Blok Atlas Barat Laut Timor tahun 2009 lalu dengan kepemilikan perusahaan Thailand PTTEP berakibat pada tumpahnya 30 ribu barrel minyak mentah ke Laut Timor.

Selain merusak ekologi laut Timor, dampak pencemaran juga dirasakan pada sektor ekonomi dan kehidupan masyarakat di wilayah sekitar.

“Kita akan mengajukan pengadilan dalam negeri. Saya kira sudah berproses. Pemerintah akan penuh membackup ini karena ini menyangkut masalah rakyat kita. Saksi – saksi kita akan bantu nanti untuk melengkapi,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakan proses restorasi laut Timor yang tercemar tumpahan minyak membutuhkan waktu puluhan tahun. Hal itu diungkapkan oleh Wakil Menteri Alue Dahong dalam diskusi tentang penyelesian perkara pencemaran Laut Timor, Jumat (1/4/2022).

“Jika perusahaan PTTEP melaksanakan eksekusi denda, kita harus segera lakukan restorasinya. Proses restorasi, ini merupakan long time process. Kita harus transplantasi karang dan sebagainya sehingga membutuhkan biaya banyak. Nanti program transplantasi tentunya akan melibatkan nelayan dan perlu itervensi teknologi lain,” ujarnya.

Dia melanjutkan, saat ini pihaknya tengah menghitung kerugian atas tumpahan minyak Montara tersebut.

Dari estimasi kerusakan ekologi untuk sementara, kerugian ditaksir sekitar Rp21 triliun. Kerusakan ini berasal dari rumput laut, kemudian biota perairan, padang lamun, bakau dan sebagainya. Lalu, biaya pemulihan atau rehabilitasi kerusakan sekitar Rp6 triliun.

“Estimasi kita Rp27 triliun yang harus dibayarkan oleh perusahaan akibat kerusakan tadi. Tentunya kita akan melakukan pemutakhiran data tersebut,” ujarnya. (ATN)

Tags: Dampak Lingkungan Tumpahan MinyakEkologi LautMontaraPencemaran LautPTTEP AustralasiaSave OceanTumpahan Minyak Mentah
No Result
View All Result

Terbaru

  • UN Chief Warns of “Twin Crises” as Climate and Energy Shocks Converge
  • Firmed Solar Undercuts Most of Asia’s Planned Gas, and EVs Can Save Over $300 Billion a Year in Oil Imports
  • Indonesia Seeks Alliance of Island Nations to Push Climate Mobility Agenda Ahead of COP31
  • Indonesia Nickel Industry Hit by Sulfur Squeeze as Global Market Tightens
  • ASEAN, Russia Agree to Deepen Economic Cooperation Amid Global Uncertainty
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.