• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Indonesia Hadapi Ancaman Invasi Nelayan Asing di Natuna

by Redaksi Asiatoday
October 14, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
ILEGAL FISHING: TNI AL Ringkus 2 Kapal Vietnam di Laut Natuna Utara

TNI AL saat memburu kapal ikan asing Vietnam, di Laut Natuna Utara, Sabtu (19/9/2020). Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia menghadapi ancaman serius atas invasi nelayan asing, khususnya di perairan Laut Natuna Utara. Praktek ilegal fishing bahkan terus terjadi meski di tengah suasana pandemic Covid-19.

Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, setidaknya ada 74 kapal pelaku illegal fishing telah ditangkap. Dari jumlah itu, 27 diantaranya adalah kapal berbendera Vietnam. Kapal-kapal Vietnam tersebut sebagian besar digulung di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 711 atau di wilayah Perairan Laut Natuna Utara.

Menurut Direktur Asia Tenggara Kementerian Luar Negeri yang kini telah dilantik menjadi Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Sosialis Vietnam, Denny Abdi, banyaknya kapal Vietnam yang melakukan illegal fishing di perairan Natuna tak terlepas dari adanya tumpang tindih klaim di perairan tersebut.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

“Nelayan Vietnam banyak masuk di perairan Natuna karena industri mereka kuat di wilayah selatan,” kata Denny melalui keterangan tertulisnya, di Jakarta, Rabu (14/10/2020).

Denny mengungkapkan, perundingan klaim zona ekonomi eksklusif (ZEE) saat ini telah memasuki pertemuan teknis ke-13 di Hanoi pada November 2019 tentang Teknis Penarikan Garis Batas Kedua Negara. Pemerintah Indonesia tentunya perlu memperkuat penjagaan di perairan Natuna Utara.

“Kita berharap negosiasi ZEE tumpang tindih Indonesia dengan Vietnam bias segera diselesaikan,” imbuh Denny.

Ia juga mendorong agar KKP terus memperkuat sektor perikanan di Natuna. Hal ini untuk mengimbangi Vietnam yang telah menyiapkan sektor serupa khususnya di bagian Selatan.

“Kalau kita ingin kuat, maka bagian industri perikanan di Natuna ekosistemnya harus diperkuat,” tandasnya. (ATN)

Tags: Ilegal FishingZEE Natuna Utara
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.