• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 24, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Indonesia Mulai Gaungkan Gerakan Ocean Health

by Redaksi Asiatoday
September 22, 2021
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Targetkan 800 Ribu Hektar Kawasan Konservasi Perairan di 2021

Kawasan Konservasi Perairan dan Laut di Indonesia. Dok KKP

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia mulai menggaungkan Ocean Health, sebuah gerakan untuk menjaga kesehatan laut. Langkah ini sebagai upaya menjaga kelestarian laut sehingga ruang laut bisa dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Untuk mewujudkan itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk mengawasi aktivitas yang dapat mengancam kesehatan laut.

Menurut Menteri Trenggono, kesehatan laut menjadi tanggungjawab bersama sebab yang beraktivitas di laut tidak hanya pelaku utama sektor kelautan dan perikanan, seperti nelayan, pembudidaya, maupun petambak garam. Laut juga dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi lain seperti jalur transportasi, pemasangan kabel dan pipa bawah laut untuk jaringan telekomunikasi dan internet, pengeboran minyak, edukasi, hingga kegiatan-kegiatan kebudayaan.

RelatedPosts

Indonesia Leads Regional Green Alliance Against Cross-Border Pollution

IPB Expert: Nickel Mining in Halmahera Threatens Marine Ecosystems and Coastal Livelihoods

Ceria Corp, Indonesia’s Green Nickel Pioneer, Restores 200 Hectares of Former Mine Land Through ESG Initiatives

Pemerintah kata dia, sangat menyadari pentingnya kesehatan laut untuk generasi mendatang. Karena itulah kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan kesehatan laut digulirkan. Salah satunya Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 14 Tahun 2021 (Kepmen KP 14 Tahun 2021) tentang Alur Pipa dan/atau Kabel Bawah Laut.

“Soal kabel laut, ini berkaitan erat dengan kesehatan laut. Dulu tidak diatur, tidak pernah dihitung dampak kerusakannya. Dampak kerusakan terhadap terumbu karang seperti apa,” ungkap Menteri Trenggono dalam dialog interaktif Bincang Bahari Edisi Special bertemakan Mengelola Sektor Kelautan dan Perikanan di Tengah Pademi yang berlangsung secara luring dan daring Selasa (21/9/2021).

Menurut Menteri Trenggono, aktivitas perikanan di pesisir seperti kegiatan tambak juga memunculkan ancaman terhadap kesehatan laut bila pengelolaannya tidak dilakukan dengan benar. Tambak-tambak di Indonesia harus dilengkapi dengan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) agar tidak mengancam keberlanjutan ekosistem sekitarnya.

Kementerian Kelautan dan Perikanan memiliki program revitalisasi tambak udang tradisional menjadi intensif yang dilengkapi dengan IPAL. Tujuannya untuk peningkatan produktivitas sekaligus menjamin kegiatan budidaya di wilayah pesisir tidak berimbas pada kerusakan lingkungan laut.

“Lalu yang paling penting, bagaimana budidaya di pesisir laut harus dijaga, budidaya di pesisir laut harus menggunakan IPAL. Semua air yang mengalir dari darat ke laut harus dipastikan bersih dan tidak beracun,” imbuh Menteri Trenggono.

Untuk menjaga kesehatan laut ini, KKP akan berkoordinasi dengan lintas kementerian, di antaranya Kementerian Dalam Negeri untuk menjembatani pertemuan dengan kepala daerah seluruh Indonesia. Kemudian dengan Kementerian Pendidikan sebab edukasi kepada generasi muda mengenai pentingnya menjaga kesehatan laut perlu dilakukan.

“Kalau kita bicara soal Ocean Health, Pemda juga harus terlibat. Pemda tidak boleh juga buang sampah sembarang di laut. Jadi bagaimana sampah di laut harus dijaga. Nanti saya akan diskusi juga dengan Menteri Dalam Negeri, dengan Gubernur dan Pemda, lalu dengan Menteri Pendidikan bagaimana soal membersihkan lingkungan karena penting untuk generasi yang mendatang,” pungkasnya. (ATN)

Tags: Asia OceanGerakan Cinta LautKonservasi LautOcean ConservationOcean Health IndexSave Ocean
No Result
View All Result

Terbaru

  • UN Chief Warns of “Twin Crises” as Climate and Energy Shocks Converge
  • Firmed Solar Undercuts Most of Asia’s Planned Gas, and EVs Can Save Over $300 Billion a Year in Oil Imports
  • Indonesia Seeks Alliance of Island Nations to Push Climate Mobility Agenda Ahead of COP31
  • Indonesia Nickel Industry Hit by Sulfur Squeeze as Global Market Tightens
  • ASEAN, Russia Agree to Deepen Economic Cooperation Amid Global Uncertainty
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.