• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home GREEN ENERGY

Indonesia Mulai Implementasi B40 Tahun Depan

by Redaksi Asiatoday
February 25, 2020
in GREEN ENERGY
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Mulai Implementasi B40 Tahun Depan

Menkoperekonomian RI, Airlangga Hartarto. ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia siap mengimplementasikan penggunaan bahan bakar solar campuran minyak kelapa sawit 40 persen (B40) mulai tahun depan.

B40 ini merupakan kelanjutan dari program B30 yang saat ini sudah diterapkan dan diharapkan mampu memangkas ketergantungan impor solar.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, saat ini pemerintah telah menyiapkan peta jalan (roadmap) program B40.

RelatedPosts

U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions

Cambodia Secures $63 Million ADB-Backed Battery Project to Accelerate Clean Energy Transition

Firmed Solar Undercuts Most of Asia’s Planned Gas, and EVs Can Save Over $300 Billion a Year in Oil Imports

Agar program ini berjalan mulus, Airlangga mendorong Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengambil peran dalam menjalankan program ini.

“Kita mendorong BPPT bisa menyiapkan uji coba, sehingga pada Juli 2021 program ini bisa diimplementasikan,” kata Airlangga melalui keterangan tertulisnya, Selasa (25/2/2020).

Airlangga menjelaskan, pemerintah juga telah mengajak peneliti dari Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk melakukan uji coba B100 yang rencananya akan digelar di dua wilayah yakni Kabupaten Musi Banyuasin Sumatera Selatan dan Kabupaten Pelalawan Riau.

“Dalam situasi global seperti sekarang, tidak banyak negara yang bisa menerapkan B100 karena keterbatasan bahan baku. Kalau Brazil bisa mendorong industri ethanol yang berbasis tebu, seharusnya Indonesia bisa mendorong B100 dari basis kelapa sawit,” imbuhnya.

Bukan hanya bahan bakar berbasis kelapa sawit (CPO), pemerintah juga mendorong hilirasi industri mineral untuk mengurangi impor. Misalnya saja hilirisasi bauksit di Kalimantan Barat maupun Pulau Bintan yang bisa menghasilkan 1 juta ton aluminium pada 2021.

“Sedangkan hilirisasi dari nikel ore diharapkan produksi stainless steel juga akan meningkat dan bahkan target ekspor sampai sekarang sudah mencapai USD7 miliar. Diharapkan dengan diselesaikan satu project lagi di Morowali itu, karbon steel yang diproduksi bisa menambah sekitar USD3 miliar,” tandasnya. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Airlangga HartartoB100B30B40Biodisel IndonesiaHilirisasi CPOHilirisasi IndustriHilirisasi Tambang
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.