• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Indonesia Peluang Ekspansi Bisnis Kuliner di Afrika

by Redaksi Asiatoday
September 30, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
‘Saatnya Rendang Indonesia Diperkenalkan Secara Luas di Dunia’

Olahan Rendang Indonesia. Foto: miss foodculinary

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Duta Besar Republik Indonesia untuk Ethiopia, Djibouti, dan Uni Afrika, Al Busyra Basnur, mengatakan bahwa bisnis kuliner Indonesia berpeluang untuk berkembang di pasar Afrika.

Pasalnya, kuliner Indonesia banyak dicari dan sangat digemari oleh masyarakat di Afrika. 

Dalam seminar virtual bertajuk “Gastro Diplomacy Goes to Africa” pada Senin (28/9), Dubes Al Busyra Basnur menerangkan, potensi tersebut didukung oleh beberapa hal.

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Pertama, Indonesia sudah sangat dikenal luas dan diterima sangat baik di Afrika, apalagi dikaitkan dengan Konferensi Asia Afrika di Bandung tahun 1955.

“Faktor lainnya, yaitu keragaman etnis, budaya, dan makanan yang dimiliki masyarakat kedua pihak. Selain itu, kerja sama perdagangan antarnegara dan perusahaan Indonesia yang berinvestasi di Afrika terus berkembang yang mendorong semakin banyak orang Indonesia untuk bepergian, bekerja, dan hidup di Afrika,” jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima Rabu (30/9/2020).

Menurut Al Busyra, tantangan utama yang dihadapi sekarang adalah sebagian besar orang Indonesia belum mengenal perkembangan terkini, potensi, dan peluang berbisnis makanan Indonesia di Afrika.

Di benua dengan 55 negara dan penduduk 1,3 miliar jiwa, hanya terdapat empat restoran Indonesia, yaitu di Mesir, Afrika Selatan, Rwanda, dan Sudan.

“Sementara restoran dari berbagai negara lain seperti China, Jepang, Korea, India, Vietnam, Timur Tengah, Italia, dan Amerika Serikat, menjamur di Afrika,” tuturnya.

Tantangan lain yang dihadapi adalah transportasi bahan dan bumbu masakan Indonesia karena jarak Indonesia dan negara-negara Afrika cukup jauh dan frekuensi penerbangan masih terbatas.

“Namun, dengan Ethiopia, terdapat penerbangan langsung Addis Ababa-Jakarta, yang dilayani oleh maskapai Ethiopian Airlines,” tandasnya. (ATN)

Tags: Asia AfrikaKerjasama Indonesia dan AfrikaKonferensi Asia AfrikaRendang Indonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.