• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Indonesia Pilihan Terbaik Bagi Investor Global untuk Investasi di Asia Tenggara

by Redaksi Asiatoday
September 17, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
KEK Galang Batang Indonesia Bidik Investasi Rp17 Triliun

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang, Indonesia. ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) meyakinkan kepada seluruh investor global, bahwa Indonesia adalah pilihan terbaik berinvestasi di Asia Tenggara.

Salah satu lokasi strategis di Indonesia adalah kawasan industri di Batang, Jawa Tengah.

Menurut Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, kawasan industri Batang saat ini sedang dikembangkan untuk menjadi tempat terbaik bagi para investor.

RelatedPosts

Global Investors Double Down on Indonesia’s Nickel Boom With $169 Million HPAL Deal

Indonesia Accelerates US$20 Billion Masela Gas Project to Reinforce Energy Security Amid Global Turmoil

Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts

“Kami mengajak kepada para investor, silahkan datang dengan membawa teknologi dan uang, biarlah pemerintah yang mengurus izinnya,” kata Bahlil dalam keterangan tertulis, Kamis (17/9/2020).

Menurut Bahlil, jika harus dibuat perbandingan kawasan industri Batang lebih kompetitif dibandingkan di Vietnam, termasuk harga tanahnya yang lebih murah.

“Di kawasan industri Batang ada tanah yang hanya Rp 500.000-Rp 600.000 per meter, izin tanahnya juga tidak perlu ada urusan dengan sosial karena negara telah selesaikan semuanya,” tambahnya.

Terkait upah tenaga kerja, di Batang juga hanya Rp2 juta per bulan. Adapun dari sisi pembangunan infrastruktur, jarak kawasan industri Batang dengan tol hanya 250 meter, bahkan sekarang telah tersedia jalur kereta barang dan pelabuhan.

Tak hanya itu, dengan luas 4.300 hektare, kawasan tersebut juga telah menyediakan ruang bagi para pelaku usaha kecil dan menengah. Sehingga, dengan pembangunan infrastruktur yang sudah memadai akan saling mendukung dalam kegiatan supply chain.

“Untuk infrastruktur, awalnya semua dibiayai oleh negara. Ini semata-mata dilakukan pemerintah dengan mendengar keluh kesah para investor serta memberikan kepastian,” ujar Bahlil.

Dengan kebijakan dan upaya yang dilakukan pemerintah dalam mendorong kawasan industri di Batang, saat ini sudah ada tiga perusahaan besar yang masuk dengan jumlah tanah yang dimanfaatkan sekitar 140 hektare.

“Ada pabrik kaca, pabrik otomotif dan pabrik battery. Insya Allah sebagian mereka akan launching di akhir tahun ini,” tandasnya. (ATN)

Tags: Asia BusinessBKPMKawasan Industri Terpadu Batang
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Targets Chinese Steel Firm in Surprise Tax Raid
  • Bangladesh Defies US Pressure, Seals 13 Strategic Deals With China in Major Geopolitical Shift
  • IMF Warns Global Economy Faces Fresh Stress Test as Middle East Conflict Fuels Energy Shock
  • Sri Lanka Secures US$57.4 Million to Expand Rooftop Solar and Modernize Power Grid
  • Indonesia Freezes Coal Exports to Safeguard Power Supply as Global Energy Risks Mount
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.