• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Indonesia Pimpin Dialog FACT dalam Upaya Konservasi Hutan Global

by Redaksi Asiatoday
May 30, 2021
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Atasi Perubahan Iklim, Inggris Investasi Rp3 Triliun untuk Konservasi Hutan Global

Tropical Rainforest in Indonesia. File: UNDP

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Dialog Perdagangan Hutan, Pertanian dan Komoditas  (Forest, Agriculture and Commodity Trade/FACT) COP26 telah mengambil langkah signifikan dalam menyatukan lebih dari 20 negara untuk berkomitmen melindungi hutan dunia dan habitat alam dari kerusakan.

Indonesia akan menjadi ketua bersama Dialog FACT dengan Inggris, seiring 23 negara menyetujui pernyataan bersama dalam komitmen bekerja sama melindungi hutan dunia sembari mempromosikan perdagangan berkelanjutan serta rantai pasokan komoditas pertanian.

Diluncurkan pada Februari lalu, Dialog FACT mempertemukan negara-negara utama yang membeli dan memproduksi produk seperti daging sapi, kedelai, dan minyak kelapa sawit untuk menyepakati bagaimana produk-produk tersebut dapat diperdagangkan secara lebih berkelanjutan.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Pernyataan penting tersebut merupakan hasil dari tindakan kolaboratif untuk menghadapi suatu masalah yang kompleks dan juga penting, yaitu untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan membatasi kenaikan suhu global hingga 1,5 derajat Celcius.

Perdagangan internasional komoditas pertanian seperti minyak kelapa sawit, kedelai, dan daging sapi bernilai lebih dari USD80 miliar per tahun. Secara global, 1,6 miliar orang bergantung pada hutan untuk mata pencaharian mereka, banyak di antaranya di negara berkembang.

Hutan-hutan menghilang dalam kecepatan yang mengkhawatirkan – sekitar delapan puluh persen kerusakan hutan didorong oleh produksi komoditas pertanian. Kolaborasi global dan pendekatan kepada semua lapisan masyarakat, yang melibatkan semua orang mulai dari pemimpin politik hingga bisnis dan konsumen individu, diperlukan untuk melindungi keanekaragaman hayati planet ini dan membangun masa depan yang berkelanjutan.

“Dialog FACT memiliki pekerjaan lebih lanjut untuk mencapai tujuannya seiring pergerakan kita menuju COP26,” kata Presiden Terpilih COP26 Alok Sharma.

Ia menyambut baik pernyataan bersama yang dikeluarkan hari ini karena hal tersebut menandai langkah pertama yang sangat penting dalam meletakkan dasar bagi pekerjaan kami.

“Untuk menyatukan begitu banyak negara, melalui Dialog FACT, baik produsen maupun konsumen, dan untuk merencanakan perjalanan perdagangan berkelanjutan di masa depan adalah awal yang sangat luar biasa. Saya yakin ini hanyalah sebuah permulaan, dan kami bekerja untuk melindungi perdagangan dan pembangunan, serta hutan kami yang kaya keanekaragaman hayati, dalam ukuran yang sama,” ujar Sharma, dalam keterangan tertulis Kedutaan Besar Inggris yang diterima pada Sabtu (29/5/2021).

Sementara itu, Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Owen Jenkins, menyatakan kegembiraannya karena pernyataan bersama telah disepakati, dan Indonesia telah dikonfirmasi untuk menjadi Ketua Bersama dialog ini.

Menurut Owen, pernyataan bersama ini juga menetapkan bagaimana negara-negara akan bekerja sama – secara kolaboratif, bekerja sama secara luas, untuk memenuhi komitmen internasional – sambil melindungi kedaulatan negara; dan hal apa saja yang akan dikerjakan oleh semua negara yang terlibat.

“Indonesia dikukuhkan sebagai Co-Chair adalah sebuah berita yang bagus. Indonesia memiliki pengalaman yang luar biasa untuk mengatasi masalah ini dan sebagai Ketua Bersama, Indonesia akan dapat meneruskannya, mendukung mitra lainny,” tutur Owen.

Owen menambahkan, pemerintahan Presiden Joko Widodo telah menurunkan laju deforestasi, menghutankan kembali 835.000 hektar lahan, dan berencana untuk menghutankan kembali 630.000 hektar hutan bakau, dimulai dengan 80.000 hektar tahun ini.

“Sebagai salah satu produsen komoditas terbesar di dunia, pekerjaan ini sejalan dengan perdagangan kritis dan aspirasi pembangunan berkelanjutan. Indonesia juga telah menunjukkan kepemimpinannya melalui rencana aksi Hukum, Penegakan, Tata Kelola, dan Perdagangan Kehutanan (FLEGT), yang menjadikan Indonesia pemimpin dunia dalam pengelolaan hutan lestari dan perdagangan kayu yang diproduksi secara legal,” tukas Owen.

Owen mengungkapkan, dialog ini adalah salah satu dari banyak kegiatan yang dikerjakan Inggris bersama dengan mitra-mitranya, demi mensukseskan COP26 di Glasgow November mendatang.

“COP26 adalah tonggak penting dalam tanggapan umat manusia terhadap Perubahan Iklim,” tutup Owen.

Pernyataan bersama menguraikan seperangkat prinsip kolaboratif serta bidang tujuan dan tindakan bersama, yang mencakup Pengembangan perdagangan dan pasar; dukungan bagi pelaku usaha kecil; transparansi dan penelusuran; dan Penelitian, pengembangan, serta inovasi.

Pernyataan tersebut juga menyoroti komitmen dan kewajiban internasional untuk melindungi hutan seperti Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (termasuk Tujuan 15), Perjanjian Paris, Konvensi Keanekaragaman Hayati, dan perjanjian di bawah Organisasi Perdagangan Dunia.

Ke depan, Indonesia, sebagai negara penghasil komoditas utama, akan menjadi Ketua Bersama dialog dengan Inggris, yang juga didukung oleh Global Multi Stakeholder Taskforce untuk perdagangan komoditas, yang mempertemukan lebih dari 25 tokoh terkemuka dari dunia bisnis dan masyarakat sipil.

Langkah selanjutnya sekarang adalah membawa negara-negara kembali ke meja perundingan. Perwakilan pemerintah dari semua negara diundang ke sesi pleno pembukaan pada 27 Mei. Sesi ini akan diikuti oleh serangkaian kelompok kerja pada awal Juni untuk masing-masing dari empat bidang aksi yang disebutkan di atas. (AT Network)

Tags: FACTHutan HujanKeanekaragaman HayatiKonservasi AlamKonservasi HutanKTT Iklim COP26
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.