• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Indonesia Potensial Jadi Pusat Keuangan Syariah di Dunia

by Redaksi Asiatoday
November 14, 2019
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Potensial Jadi Pusat Keuangan Syariah di Dunia

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Sebagai negara berpenduduk terbesar ke 4 di dunia dan 85% dari populasinya adalah muslim, Indonesia seharusnya menjadi pusat keuangan syariah global di dunia.

Hal itu diungkapkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani di forum diskusi panel bertajuk “The Way Forward for Islamic Finance” dalam acara 14th IFSB Summit – Islamic Finance for Sustainable Development in the Era of Technological Innovations di JCC, Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis Kamis (14/11/2019).

“Walaupun Indonesia terbilang baru dalam mengimplementasikan keuangan syariah, tapi saya optimis Indonesia memiliki kesempatan yang lebih baik. Kita akan belajar dari negara lain yg sudah menggunakan instrumen syariah dalam berbagai jenis transaksi,” paparnya.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Sri Mulyani menyatakan bahwa dalam rangka lebih mengembangkan potensi instrumen keuangan syariah, pemerintah akan mengambil langkah dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang mendukung instrumen ini.

“Kita tidak mau ketika kita mengenalkan instrumen keuangan syariah, akan terjadi ketidakuntungan. Instrumen syariah melibatkan dari awal proses hingga akhir keuntungan diperoleh dan pada setiap prosesnya ada potensi pajak yg bisa kita terima,” jelasnya.

Menurut Sri Mulyani, kedepan harus ada netralitas pajak saat mengenalkan instrumen syariah.

“Indonesia adalah negara yang menggunakan instrumen pembiayaan Sukuk terbesar di dunia. Sekarang kita mengeluarkan sukuk ritel yang lebih sederhana, hasilnya pun terlihat lebih baik. Milenial juga mulai tertarik dan membeli instrumen ini,” paparnya.

“Mengingat isu perubahan iklim adalah tanggung jawab bersama, kita kemudian merilis Green Sukuk. Instrumen pembiayaan ini membiayai pembangunan yang ramah lingkungan sehingga turut berkontribusi dalam memperbaiki lingkungan,” tambahnya.

“Kami kemudian meluncurkan Green Sukuk Ritel yang pemanfaatannya juga bekerja sama dengan KementerianLHK,” lanjut Sri Mulyani.

Lebih jauh Sri Mulyani memaparkan, Indonesia merupakan negara besar, dengan 34 provinsi. Pemerintah daerah juga sekarang tertarik untuk membangun infrastruktur untuk edukasi dan kesehatan menggunakan sukuk. Bahkan saat ini seluruh universitas yang dibangun dibiayai Sukuk. Jadi pas dan sesuai.

“Kami ingin masyarakat tidak menganggap instrumen syariah sebagai second rated, kurang efisien, ribet, dan mahal. Oleh karena itu kita berusaha untuk mengenalkan ekonomi sektor riil yang halal dan mengkalibrasi kerangka kerja yang ada,” urainya.

“Kami punya asosiasi ekonom (IAEI) yang didalamnya terdapat pembuat kebijakan profesional. Komite untuk ekonomi syariah bisa berkoordinasi dan berkolaborasi sehingga bisa saling support untuk melakukan pendalaman terkait pasar ekonomi syariah,” jelasnya.

Menkeu Sri Mulyani juga ingin ekonomi sektor riil juga harus ikut membantu dalam wujud social vehicle maupun filantrofi.

“Zakat dan Waqaf adalah salah satu potensi keuangan syariah yang seharusnya bisa dikelola lebih baik lagi,” tandasnya. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Festival Ekonomi SyariahKeuangan SyariahMenkeu Sri Mulyani
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.