• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Indonesia Serukan Kemitraan di Asia Pasifik untuk Hadapi Krisis Kemanusiaan Global

by Redaksi Asiatoday
October 7, 2021
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Tegaskan Tak akan Normalisasi Hubungan dengan Israel

Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia, Retno Marsudi. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia Retno L.P. Marsudi membuka secara resmi the Regional Conference on Humanitarian Assistance (RCHA)  2021 di Jakarta, 6-7 Oktober 2021. Lebih dari 100 aktor kemanusiaan global dari 21 negara di Kawasan Asia Pasifik serta 9 organisasi internasional berpartisipasi pada RCHA 2021.

Menlu menegaskan bahwa untuk menghadapi krisis kemanusiaan global maupun di Kawasan yang semakin memburuk karena adanya pandemi Covid-19, kemitraan yang lebih kuat di antara aktor kemanusiaan pemerintah dan non-pemerintah sangat dibutuhkan.

Menlu Retno menekankan tiga hal penting. Pertama, nilai-nilai lokal dan kearifan lokal penting untuk menentukan kebutuhan-kebutuhan masyarakat lokal sehingga bantuan kemanusiaan dapat tepat sasaran; Kedua, pentingnya penguatan kapasitas dan kepemimpinan aktor kemanusiaan lokal dan nastional agar terjadi perubahan mindset dari “penerima” menjadi “agent of actions”. Ketiga, transformasi cara melakukan kemitraan, dari cara-cara tradisional menjadi kemitraan yang mengedepankan prinsip relevansi, kesetaraan, serta harmonisasi antara aktor-aktor di tingkat kawasan, nasional, dan lokal.

RelatedPosts

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Sejalan dengan poin-poin penting yang disampaikan Menlu, para peserta mendiskusikan 3 (tiga) isu praktis terkait tantangan-tantangan yang ada, yaitu: ​Memperkuat kepemimpinan para aktor kemanusiaan di tingkat national dan lokal; Pendekatan yang lebih seamless dalam melakukan tindakan kemanusiaan di tingkat nasional dan lokal: dari fase tanggap darurat menuju pembangunan kembali yang lebih baik; Kolaborasi yang lebih baik pada tingkat kawasan, nasional, dan lokal di dunia yang sedang berubah.

RCHA 2021 merupakan inisiatif Indonesia dan merupakan pertemuan kedua setelah penyelenggaraan di tahun 2019 serta masih menjadi satu-satunya forum di Kawasan Asia Pasifik di mana aktor-aktor kemanusiaan perwakilan pemerintah dan non-pemerintah di Kawasan Asia Pasifik dapat berkumpul untuk memperkuat kolaborasi dan kerja sama di bidang bantuan kemanusiaan. Inisiatif ini menunjukkan kepemimpinan Indonesia dalam diplomasi kemanusiaan baik di kawasan maupun secara global.

Dengan mengangkat tema “Advancing Humanitarian Capacities in a Changing World: National and Local Leadership”, RCHA tahun ini diselenggarakan bertepatan dengan kondisi dunia yang sedang menghadapi tantangan-tantangan kemanusiaan yang belum pernah dihadapi sebelumnya karena adanya Pandemi COVID-19 serta serangkaian bencana alam maupun bencana buatan manusia.

RCHA 2021 akan  menghasilkan 3 (tiga) dokumen, yakni Chair’s Summary dari RCHA 2021, Directory of Humanitarian Actors’ Contact Points in the Region, serta Directory of Humanitarian Actors’ Expertise in the Region. Ketiga dokumen tersebut memiliki arti penting dalam mendorong penguatan kerjasama dan jejaring antar aktor kemanusiaan di kawaan yang pada akhirnya akan berkontribusi dalam menciptakan arsitektur kemanusiaan yang kuat di Asia Pasifik.​​ (ATN)

Tags: Human RightsHumanitarian AssistanceKrisis KemanusiaanThe Regional Conference on Humanitarian Assistance
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.