• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Indonesia Soroti KTT G7 dan China di Konferensi ‘Universal Peace Federation-Asia Pasific’

by Redaksi Asiatoday
July 10, 2021
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Soroti KTT G7 dan China di Konferensi ‘Universal Peace Federation-Asia Pasific’

Jessica N. Widjaja saat berbicara di forum Konferensi Internasional Universal Peace Federation - Asia Pasific. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Universal Peace Federation – Asia Pasific menyelenggarakan Konferensi Kepemimpinan Internasional “Think Tank 2022” dengan tema “Toward Place on The Korean Peninsula: Peace & Security”. Konferensi ini digelar secara daring pada tanggal 7-8 Juli yang terbagi dalam 8 sesi.

Konferensi ini menghadirkan puluhan pembicara yang merupakan tokoh-tokoh pemimpin dunia dan pejabat negara.

Indonesia berkesempatan menyuarakan pandanganya melalui Dr. Jessica N.Widjaja, Kepala Delegasi W20 G20 Indonesia yang menjadi pembicara di sesi ke-6 dengan tema “Strategi Indo Pasifik yang Muncul Setelah Implikasi KTT G7 bagi Korea.”

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Jessica mengungkapkan bahwa KTT G7 2021 telah menempatkan hubungan masa depan dengan China sebagai agenda utama.

“Cornwall G7 telah dibentuk untuk mengembangkan aliansi luas melawan China yang semakin agresif, dimana China telah dianggap sebagai satu kebangkitan kekuatan global,” terang Jessica melalui keterangan, Sabtu (10/7/2021).

Menurut Jessica, meskipun demikian, Korea Selatan sebagai negara undangan tidak akan menjadi bagian dari Join Statement G7.

“Menteri Luar Negeri Korea Selatan, Cung Eui-yong mengatakan bahwa Korsel sangat mementingkan perkembangan kemitraan strategis bilateral dengan China,” papar Jessica.

Ketua The Grandeurs Center Indonesia ini mengatakan bahwa China dan Korsel harus mematuhi konsesnsus politik mereka.

“Posisi Korea Selatan sebelum pertemuan G7 yang berkaitan dengan China adalah untuk mencegah mereka jatuh ke dalam dilema dimana G7 dapat membujuk mereka untuk mengambil sikap lebih tegas terhadap China,” ujar Jessica.

Ia juga menjelaskan ekspansi ekonomi, politik dan militer China ke Indo-Pasifik, telah menghadapi resistensi yang meningkat dari berbagai negara.

“Setelah dampak Covid-19 dan penurunan ekonomi global, mereka yang khawatir tentang China, memiliki keinginan lebih untuk melawan ekspansinya,” ungkapnya.

Doktor yang telah menerbitkan 4 judul buku ini berpandangan bahwa, Beijing kehilangan teman karena kebijakan luar negerinya.

“Xi Jin Ping mengambil garis keras di dalam dan luar negeri, memprovokasi ketegangan dan mempengaruhi hubunganya dengan Amerika serikat juga Australia dan India,” tegas Jessica.

Selain itu, menurut Jessica, Xi Jin Ping telah mengambil kebijakan untuk mengurangi ketergantungan China terhadap ekonomi global, sehingga memberikan implikasi signifikan terhadap negara-negara lain.

“China sedang mengisolasi diri dan seakan menegaskan bahwa mereka memiliki kekuatan dan kepentingan yang besar,” urainya.

Terakhir ia menyampaikan, kerja sama militer antara Australia, Jepang dan Amerika Serikat telah terjalin dengan baik.

“Ditambah dengan partisipasi India dalam ‘NATO Pasifik’ membuat China harus mengkaji kembali kebijakannya agar tidak menambah ketegangan yang membuat Washington menjalin aliansi luas untuk melawan agresi mereka,” tandasnya. (ATN)

Tags: ChinaIndo PasifikKTT G-7Universal Peace Federation-Asia Pasific
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.