• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 17, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Indonesia Tarik Investasi Global Rp30 Triliun Melalui Gasifikasi Batubara

by Redaksi Asiatoday
May 12, 2021
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Hanasta Resources Siap Akuisisi 7 Perusahaan Tambang Batubara Blackspace

Tambang Batubara. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia mampu menarik investasi global melalui proyek gasifikasi batubara.

Pasalnya, proyek gasifikasi batubara  menjadi Dimethyl Ether (DME)di Tanjung Enim menarik  investasi asing dari Air Products & Chemicals, Inc. (APCI) sebesar USD 2,1 miliar atau setara Rp30 triliun. Proyek ini juga diyakini akan mengurangi ketergantungan pada impor Liquid Petroleum Gas (LPG).

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan proyek ini akan memanfaatkan atau utilisasi enam juta ton batubara per tahun atay dapat menghasilkan 1,4 juta DME per tahun. Proyek ini juga akan mengurangi impor LPG satu juta ton per tahun sehingga dapat memperbaiki neraca perdagangan.

RelatedPosts

Indonesia–Germany Set to Accelerate Economic and Industrial Alliance

Danantara Raises US$1.5 Billion as Global Investors Flock to Indonesia Bond Offering

SMK and Moellhausen Encourage Local Indonesian Brands Expand into Global Markets

Selain itu, proyek ini diharapkan dapat memberikan multiplier effect antara lain menarik investasi asing lainnya. Serta mendorong penggunaan tingkat komponen dalam negeri (TKDN).

“Pertamina sebagai BUMN telah memformulasikan kembali strategi yang sejalan dengan arahan Pemerintah dalam pencapaian target bebas impor LPG pada tahun 2027 dan penurunan emisi karbon di tahun 2030,” kata Nicke dalam keterangan resmi, Selasa (11/5/2021).

Di sisi lain, Pertamina memahami bahwa pengembangan dan produksi DME ini berkaitan dengan isu lingkungan. Karenanya, sesuai arahan Pemerintah, Pertamina akan menjalankan proyek DME secara paralel dengan proyek Carbon Capture Utilization and Storage (CCUS) sehingga isu mengenai emisi karbon dapat ditekan hingga mencapai 45 persen.

Sementara itu, Direktur Utama PTBA Suryo Eko Hadianto menambahkan para pihak yang terlibat dalam penandatanganan akan bekerja keras untuk merealisasikan pembangunan proyek. Kerja sama tersebut juga menjadi portofolio baru bagi perusahaan alias tidak lagi sekadar menjual batu bara, tetapi juga mulai masuk ke produk-produk hilirisasi demi meningkatkan nilai tambah.

“Kami percaya penandatanganan pada hari ini merupakan lompatan signifikan dalam perkembangan kerja sama proyek, dan kami optimis proyek ini dapat dijalankan tepat waktu,” jelasnya. (ATN)

Tags: BatubaraGasifikasi BatubaraPertamina
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia–Germany Set to Accelerate Economic and Industrial Alliance
  • Indonesia and Germany Deepen Strategic Partnership Amid Global Uncertainty
  • Danantara Raises US$1.5 Billion as Global Investors Flock to Indonesia Bond Offering
  • SMK and Moellhausen Encourage Local Indonesian Brands Expand into Global Markets
  • Student Protests Spread Across Indonesia, Pressure Mounts on Prabowo Government
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.