• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Indonesia Tertinggal dari Singapura dalam Kemajuan Sains dan Matematika

by Redaksi Asiatoday
May 12, 2020
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Totalitas Singapura dalam Menghadapi Wabah Corona

Negeri Singapura. istimewa

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Rektor Universitas Yarsi, Prof. Fasli Djalal menyebut pemerintah memiliki pekerjaan rumah yang cukup berat untuk meningkatkan skor Programme for International Students Assessment (PISA) Indonesia, yang belum mengalami kenaikan siginifikan sejak 2000 silam.

Menurut dia, untuk PISA di bidang matematika dan sains, Indonesia membutuhkan waktu sekitar 90 tahun untuk menyamai perolehan Singapura saat ini. Sedangkan untuk bidang bahasa, Indonesia butuh waktu 60 tahun.

“Jika dibandingkan negara lain, kita di angka 380-400, padahal negara tetangga kita, tidak usah Singapura, misalnya Vietnam itu sudah mencapai 525. Thailand 421. Kita memang perlu kerja keras,” kata Fasli dalam kegiatan webinar ‘Pendidikan yang Membahagiakan Anak di Era Covid-19’, yang digelar Majelis Dikdasmen PP Aisyiyah, pada Senin (11/5/2020).

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Untuk mulai memperbaiki skor tersebut, lanjut Fasli, harus dimulai dari pendidikan yang paling dasar, yakni jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Sebab, bila tidak dimulai dari fondasi yang kuat di awal, para siswa Indonesia nantinya sulit bersaing di level internasional.

“Maka harus ada kreativitas dini, menghargai para guru, menjadikan mereka PNS. Karena tanpa dibangun dari basis, dari fondasi usia dini, tidak mungkin anak-anak kita menjadi cerdas dan mampu bersaing dengan negara tetangga,” jelasnya.

Pelibatan Orang Tua

Fasli juga menekankan bahwa kolaborasi orang tua dan guru sangat penting untuk menyukseskan kegiatan belajar di rumah, selama pandemi virus corona baru (Covid-19).

MenuribFasli, orang tua tidak hanya harus mendorong anak untuk terus menerus belajar, melainkan juga harus diselingi dengan kegiatan bermain. Fasli beralasan, bermain pun berguna untuk membentuk kreativitas anak.

“Dengan bermain, anak jadi senang secara psikologis dia aman pembelajaran pun maksimal dia ingin mengeksplorasi karena dia ingin tahu berbagai aspek dari permainan tersebut itu dari dirinya,” terang Fasli.

Karenanya juga orang tua harus tidak hanya dituntut mengajari, namun juga menghasilkan kesenangan, memberikan pengertian, memberi informasi dan imajinasi anak, merangsang kreativitas, dan dan mengembangkan potensi.

“Ketika kita buat anak menderita dan dia tidak dapat membangun kreatifitasnya, maka akhirnya konsep-konsepnya dia tidak bisa dia dapat. Padahal dengan bermain kita membangun kreatifitas,” urai Fasli.

Kegiatan webinar tersebut diikuti oleh ratusan guru Aisyiah di seluruh Indonesia, dihadiri oleh Ketua PP Aisyiyah Prof. Masyitoh Chusnan, Rektor Universitas Yarsi sekaligus Ahli PAUD Prof. Fasli Djalal, dan dimoderatori oleh Ketua LP3 Universitas Muhammadiyah Jakarta Herwina Bahar. (ATN)

Tags: PISAProgramme for International Students AssessmentSainsSingapuraThailandVietnam
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.