• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Indonesia Warning Uni Eropa Soal Lisensi FLEGT

by Redaksi Asiatoday
November 9, 2021
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Dorong Penguatan Kapasitas Pelaku Usaha Hutan Melalui SVLK

Hasil Hutan yang telah melalui SVLK (Sistem Verifikasi Legalitas Kayu). Dok KLHK

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia memberikan peringatan kepada Uni Eropa terkait penerapan lisensi penegakan hukum, perbaikan tata kelola, dan perdagangan sektor hutan atau Forest Law Enforcement Governance and Trade (FLEGT).

Pasalnya, Pemerintah Indonesia akan bertindak tegas jika Uni Eropa dan Inggris tak konsisten menerapkan FLEGT. Indonesia sudah memperjuangkan lisensi ini melalui sistem verifikasi legal kayu (SVLK).

“SVLK kita sudah mendapatkan lisensi FLEGT, tapi Uni Eropa tidak konsisten dalam menerapkan lisensi FLEGT. Karena itu, kita mendorong penerapan lisensi FLEGT secara global,” tegas Dirjen Pengelolaan Hutan Lestari (PHL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Agus Justianto, dalam keterangan tertulis dari KTT Iklim COP26, Glasgow, Inggris, Selasa (9/11/2021).

RelatedPosts

Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet

As Heatwave Sweeps Europe, Study Warns of Growing Toll on Household Incomes

UNDP Hails Indonesia as Regional Model for Green Growth After High-Level Visit

Menurut Agus, sistem SVLK yang diterapkan Indonesia sudah diakui dunia internasional. Bahkan, dengan Uni Eropa, Indonesia sudah menyepakati kerangka perjanjian kemitraan sukarela untuk penegakan hukum, perbaikan tata kelola, dan perdagangan sektor kehutanan (VPA FLEGT).

“SVLK pun kemudian disetarakan sebagai lisensi FLEGT 2016. Lalu pada 2019 kita mengadakan perjanjian (VPA) dengan Inggris, karena Inggris keluar dari Uni Eropa,” jelas Agus.

Dalam konteks itu kata Agus, Indonesia sudah membuktikan bahwa SVLK sudah teruji kredibiitasnya. Bahkan, sejumlah negara sudah mencontoh SVLK Indonesia.

“Sistem ini sudah berhasil mengatasi illegal loging. Bahkan, saat ini pemerintah tengah mendorong SVLK untuk kelestarian hutan,” imbuhnya.

Dalam sesi diskusi di Paviliun Indonesia, kemarin, apa yang diutarakan Indonesia ini didukung sejumlah negara, terutama, negara-negara yang memiliki hutan tropis.

“Mereka menganggap Indonesia sudah memiliki sistem lebih awal,” kata Agus.

Dalam perjalanannya, ternyata tidak mudah mendapatkan pengakuan negara konsumen. Makanya, dalam forum diskusi itu Indonesia menuntut negara konsumen yang menerima atau mengimpor kayu juga harus dievaluasi. Selama ini justru Indonesia yang kerap dievaluasi.

“Sekarang kita balik menuntut karena ada Pasal 13 dari perjanjian FLEGT. Kita bisa mendapatkan insentif untuk premium price dan sampai saat ini kita belum peroleh,” kata Agus yang juga penanggung jawab Paviliun Indonesia di COP26 Glasgow. (ATN)

Tags: FLEGTKerjasama Indonesia-Uni EropaKTT Iklim COP26SVLK
No Result
View All Result

Terbaru

  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.