• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Industri Fintech Indonesia Tumbuh Paling Cepat di ASEAN

by Redaksi Asiatoday
November 9, 2020
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Indonesia Mulai Implementasi B40 Tahun Depan

Menkoperekonomian RI, Airlangga Hartarto. ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Industri Financial Technology (Fintech) Indonesia tumbuh paling cepat di Asia Tenggara (ASEAN).

Demikian diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto saat meluncurkan “Indonesia Fintech Society (IFSoc)”, di Jakarta, Senin (9/11/2020).

Menurut Airlangga, industri fintech di Indonesia pada 2025 mendatang diperkirakan mampu menghasilkan USD100 miliar.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

“Pada tahun 2019, laporan Google dan Temasek menunjukkan bahwa ekonomi digital Indonesia yang terbesar dengan pertumbuhan tercepat di ASEAN. Fintech memiliki peran besar dengan estimasi nilai USD45 miliar. Pada 2025 fintech diperkirakan meningkat lebih dari USD100 miliar,” jelasnya.

Airlangga memandang, pesatnya pertumbuhan fintech di Indonesia tak lepas dari meningkatnya transformasi digital masyarakat, khususnya transaksi digital, e-commerce, layanan transportasi online, distribusi barang, dan industri gamer.

“Pada tahun 2020 ini, Indonesia miliki startup Fintech terbesar. Singapura 39 persen, Indonesia 20 persen, Malaysia 15 persen, dan Thailand 10 persen. Sektor fintech ini juga merupakan sektor yang paling dinamis dan kompetitif dengan hadirnya Unicorn yaitu perusahaan rintisan yang memiliki valuasi lebih dari USD1 miliar dan juga decacorn dengan valuasi lebih dari USD10 miliar,” urainya.

Dengan perkembangan ini, Airlangga mendorong semua pihak terkait untuk terus menjaga tren positif atas pertumbuhan fintech di Indonesia, sehingga fintech bisa berperan lebih dalam penyediaan layanan keuangan yang dibutuhkan oleh masyarakat.

“Digitalisasi layanan keuangan harus menjadi agenda dan tantangan bersama, termasuk soal kebutuhan infrastruktur yang lebih kuat. Kolaborasi pemerintah, akademisi, media massa, sektor bisnis, dan masyarakat diperlukan dalam hal inisiatif sektor keuangan dan teknologi finansial,” imbuhnya. (ATN)

Tags: Asia DigitalFintechFintech Indonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.