• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Industri Ganja di Thailand Diproyeksi Tembus Rp32 Triliun

by Redaksi Asiatoday
July 27, 2022
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Industri Ganja di Thailand Diproyeksi Tembus Rp32 Triliun 1

Marijuana plant. Illustration

ASIATODAY.ID, BANGKOK – Thailand memperoyeksi adanya putaran ekonomi yang sangat besar dari industri produk-produk yang mengandung ganja.

Pasalnya, bisnis produk mengandung ganja di negeri itu meningkat sejak pemerintah melegalkan tanaman dan ekstraknya tahun ini.

Menteri Kesehatan Thailand, Anutin Charnvirakul memperkirakan, industri ini bisa bernilai lebih dari $ Singapura 3 miliar atau setara Rp32 triliun dalam lima tahun.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Produk-produk seperti pasta gigi, teh, sabun dan makanan ringan yang memiliki kandungan ganja menghasilkan gelombang minat pada tanaman tersebut.

“Ini memberi saya tidur yang nyenyak dan nyaman,” kata Pakpoom Charoenbunna, 32, yang membeli minuman yang mengandung ganja dari penjual teh susu biasa.

Thailand menjadi negara Asia Tenggara pertama yang melegalkan ganja pada 2018 untuk penggunaan medis dan penelitian.

Bulan lalu, Thailand mendekriminalisasi seluruh pabrik. Mencabut ganja dari daftar narkotika, yang telah menyebabkan ledakan penggunaan rekreasi.

Secara resmi, produk komersial yang disetujui oleh regulator makanan dan obat-obatan dapat mengandung cannabidiol (CBD), bahan kimia dalam ganja yang tidak membuat penggunanya mabuk.

Tetapi regulator membatasi kandungan tetrahydrocannabinol (THC), bahan aktif yang membuat pengguna tinggi (mabuk), dalam setiap produk ganja hanya 0,2 persen.

Thailand memiliki sejarah panjang menggunakan ganja dalam pengobatan tradisional untuk meredakan sakit dan nyeri. Inovator sekarang datang dengan ide-ide baru.

Surawut Samphant, pemilik toko ganja Channherb, telah membuat pasta gigi.

“Salah satu bahannya adalah minyak biji ganja sativa yang mengandung CBD,” katanya.

Surawat mengatakan pasta gigi ini membantu perawatan gusi dan salah satu pelanggan yang puas mengatakan itu berhasil untuknya.

Pemilik toko hidangan penutup (dessert) Kanomsiam, Kreephet Hanpongpipat, telah lama menjual hidangan rasa daun pandan tetapi setahun yang lalu memasukkan daun ganja untuk menarik pelanggan baru.

Kreephet mengatakan pelanggannya mengatakan makanan penutup yang mengandung ganja membantu mereka tidur nyenyak.

Menteri Kesehatan Anutin Charnvirakul, pendorong utama di balik legalisasi ganja untuk tujuan medis memperkirakan, industri ini bisa bernilai lebih dari $ Singapura 3 miliar (sekitar Rp 32 triliun) dalam lima tahun.

“Saya ingin melihat orang menjadi kaya dengan membuat produk ini dengan cara yang positif,” katanya kepada Reuters.

“Kebijakan saya tentang ganja hanya berfokus pada tujuan medis dan perawatan kesehatan. Itu saja. Kami tidak dapat mendorong penggunaan ganja dengan cara lain.” (ATN)

Tags: GanjaIndustri GanjaThailand
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.